Jangan Kaget! Self-Care Sejati Ternyata Nggak Bikin Bokek, Kata Psikolog!
- account_circle Redaksi TilongKabila
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Seringkali kita melihat gambaran self-care yang identik dengan kemewahan: liburan ke Bali, perawatan spa mahal, atau belanja barang-barang mewah. Citra ini, sayangnya, bisa membuat banyak orang merasa bahwa merawat diri adalah hak istimewa yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berkantong tebal.
Padahal, esensi self-care jauh lebih sederhana dan fundamental dari itu. Konsepnya berakar pada tindakan nyata untuk menjaga kesehatan mental, emosional, dan fisik kita, tanpa harus menguras dompet.
Apa Itu Self-Care Sebenarnya?
Self-care adalah tindakan sadar yang kita lakukan untuk menjaga, memulihkan, dan meningkatkan kesehatan diri kita di berbagai aspek kehidupan. Ini bukan egoisme atau kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk bertahan dan berkembang dalam menghadapi tuntutan hidup.
Aktivitas self-care haruslah yang disengaja dan dilakukan secara proaktif untuk mengisi ulang energi, bukan sekadar pelarian sesaat dari masalah. Tujuannya adalah membangun ketahanan diri dan mencegah kelelahan (burnout).
Mengapa Self-Care Sering Disalahpahami?
Penyalahpahaman tentang self-care banyak dipengaruhi oleh media sosial dan budaya konsumerisme. Iklan dan influencer kerap menampilkan self-care sebagai gaya hidup glamor yang membutuhkan produk atau pengalaman mahal.
Hal ini menciptakan tekanan tersendiri, di mana orang merasa harus memenuhi standar tertentu untuk bisa disebut ‘merawat diri’. Akibatnya, mereka yang memiliki keterbatasan finansial sering merasa tidak mampu atau tidak layak untuk melakukan self-care.
Rahasia Self-Care Hemat ala Psikolog Annisa Axelta
Menepis mitos tersebut, Psikolog Annisa Axelta dengan tegas membongkar fakta penting tentang self-care. Beliau menyatakan, "Self-care tidak harus mahal atau bepergian." Ini adalah pernyataan powerful yang mengingatkan kita pada intinya.
Annisa melanjutkan bahwa cara sederhana untuk merawat diri, seperti "istirahat dan me-time," sudah sangat cukup dan efektif. Kuncinya terletak pada kualitas dan niat di balik tindakan tersebut, bukan pada label harganya.
Istirahat Berkualitas: Fondasi Kesejahteraan
Istirahat bukan hanya tentang tidur, meski tidur yang cukup dan berkualitas adalah pilar utamanya. Istirahat juga mencakup berbagai bentuk jeda yang memungkinkan tubuh dan pikiran kita pulih.
Ini bisa berarti mengambil jeda singkat dari pekerjaan, memejamkan mata selama beberapa menit, atau sekadar menjauh dari layar gawai untuk memberi waktu bagi mata dan otak beristirahat.
Me-Time yang Efektif Tanpa Menguras Kantong
Me-time adalah waktu yang Anda dedikasikan sepenuhnya untuk diri sendiri, melakukan hal-hal yang menyenangkan dan mengisi ulang energi. Berikut adalah beberapa ide me-time hemat yang sangat direkomendasikan:
- Membaca buku atau artikel favorit dari perpustakaan umum atau e-book gratis.
- Mendengarkan musik menenangkan, podcast edukatif, atau cerita audio gratis.
- Menulis jurnal untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan tanpa sensor.
- Melakukan meditasi singkat atau latihan pernapasan sederhana selama 5-10 menit.
- Berjalan kaki santai di taman kota, lingkungan sekitar, atau area hijau terdekat.
- Melakukan hobi sederhana seperti menggambar, merajut, melukis, atau berkebun kecil.
- Menikmati secangkir teh herbal atau kopi buatan sendiri di teras dengan tenang.
- Menyelesaikan tugas kecil yang tertunda, seperti membereskan meja kerja atau merapikan laci.
- Menonton film atau serial favorit yang sudah ada di layanan streaming Anda.
- Melakukan perawatan diri dasar seperti maskeran wajah DIY atau berendam kaki.
Manfaat Tak Terduga dari Self-Care yang Sederhana
Melakukan self-care secara rutin, bahkan dengan cara yang paling sederhana, membawa dampak positif yang luar biasa bagi kehidupan Anda. Manfaatnya jauh melampaui perasaan senang sesaat.
Anda akan merasakan penurunan tingkat stres yang signifikan, suasana hati yang membaik, peningkatan fokus dan produktivitas, serta kemampuan yang lebih baik dalam mengelola emosi. Ini juga membangun ketahanan diri (resilience) terhadap tantangan hidup.
Tips Tambahan untuk Menjadikan Self-Care Bagian Hidup Anda
Untuk benar-benar mengintegrasikan self-care ke dalam rutinitas harian Anda, diperlukan komitmen dan sedikit perencanaan. Ingat, ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan Anda.
Pertama, jadwalkan waktu self-care Anda, bahkan jika hanya 15-30 menit, dan perlakukan seperti janji penting. Mulailah dari hal kecil yang paling mudah Anda lakukan. Kedua, dengarkan tubuh dan pikiran Anda; apa yang Anda butuhkan saat ini? Jangan memaksakan diri.
Ketiga, jangan pernah merasa bersalah saat meluangkan waktu untuk diri sendiri. Ini bukan kemewahan, melainkan kebutuhan. Terakhir, jika memungkinkan, ajak orang terdekat untuk melakukan aktivitas menenangkan bersama, seperti berjalan santai, yang juga bisa menjadi bentuk self-care sosial.
Pada akhirnya, self-care yang sejati adalah tentang tindakan yang disengaja untuk menjaga dan memulihkan diri kita, terlepas dari biaya. Ini adalah pengingat bahwa kesejahteraan mental dan fisik adalah hak setiap orang, dan bisa dicapai dengan cara-cara yang paling sederhana sekalipun.
Penulis Redaksi TilongKabila
Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Saat ini belum ada komentar