Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Travel » Terungkap! Tradisi Kuno Jepang: Lomba Menangis Bayi yang Bikin Geleng-Geleng!

Terungkap! Tradisi Kuno Jepang: Lomba Menangis Bayi yang Bikin Geleng-Geleng!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di jantung yang kaya akan tradisi unik, tersembunyi sebuah ritual yang mungkin terdengar aneh, namun penuh makna mendalam. Bayangkan sebuah arena di mana tangisan nyaring bayi justru dianggap sebagai tanda keberuntungan dan .

Inilah tradisi Nakizumo, sebuah perayaan kuno yang mempertemukan para bayi dalam sebuah “kompetisi” menangis, dengan harapan membawa berkah bagi kehidupan mereka di masa depan.

Apa Itu Tradisi Nakizumo?

Nakizumo, secara harfiah berarti “gulat tangis”, adalah festival tahunan di yang melibatkan bayi berusia di bawah satu tahun. Acara ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan sebuah ritual yang diyakini secara turun-temurun membawa kebaikan.

Tujuan utamanya adalah agar bayi menangis sekencang-kencangnya dan selama mungkin. Semakin keras dan lama tangisan bayi, konon semakin sehat dan kuat pula ia tumbuh dewasa kelak, serta terhindar dari pengaruh roh jahat.

Sejarah dan Akar Budaya Nakizumo

Tradisi Nakizumo diperkirakan telah ada selama lebih dari 400 tahun, berakar kuat dalam kepercayaan Shinto, agama asli . Ritual ini sering dikaitkan dengan doa untuk pertumbuhan anak yang sehat dan panen yang melimpah.

Pada masa lalu, tingkat kematian bayi cukup tinggi, sehingga ritual semacam ini menjadi bentuk permohonan spiritual dari orang tua kepada dewa-dewi. Mereka percaya bahwa suara tangisan bayi yang kuat dapat menarik perhatian para dewa untuk melindungi buah hati mereka.

Bagaimana Tradisi Nakizumo Dilaksanakan?

Pelaksanaan Nakizumo adalah tontonan yang menarik sekaligus menghibur. Acara ini biasanya digelar di kuil-kuil Shinto di berbagai penjuru , dengan kuil Sensoji di Tokyo sebagai salah satu lokasi paling terkenal.

Ratusan orang tua datang membawa bayi mereka, mendaftarkan diri agar buah hati mereka bisa ikut serta dalam ritual kuno yang penuh kegembiraan ini.

Peran Pegulat Sumo sebagai “Penakut”

Inti dari tradisi ini melibatkan para pegulat sumo amatir atau pensiunan yang bertugas untuk membuat bayi menangis. Mereka mengenakan pakaian tradisional sumo, mawashi, dan berhadapan dengan bayi-bayi di atas ring sumo mini.

Bukan dengan , tentu saja, melainkan dengan cara yang unik dan kadang lucu. Mereka mengangkat bayi-bayi tinggi-tinggi, menggoncangkan tubuhnya pelan, atau bahkan membuat ekspresi wajah lucu.

Teknik “Menakut-nakuti” Bayi

Beberapa pegulat bahkan mengenakan topeng iblis Oni yang menakutkan, atau mengeluarkan suara-suara aneh seperti “Naki! Naki! Naki!” yang berarti “Menangis! Menangis! Menangis!”. Semua ini dilakukan untuk memancing reaksi tangisan dari si bayi.

Jika bayi tak kunjung menangis, terkadang atau orang tua diizinkan untuk membantu dengan mencoba memancing tangisan. Tujuannya adalah memastikan setiap bayi berhasil mengeluarkan suara tangisnya.

Penilaian dan Pemenang

Meskipun disebut lomba, Nakizumo sebenarnya tidak memiliki “pemenang” dalam arti konvensional. Bayi yang menangis paling keras atau paling lama dianggap telah berhasil memenuhi tujuan ritual.

Semua bayi yang berpartisipasi dan menangis dianggap sebagai pemenang sejati, karena mereka telah menyelesaikan ritual penting yang diyakini membawa dan perlindungan.

Makna di Balik Tangisan Bayi yang Menggema

Di balik keriuhan dan tawa para penonton, tersimpan filosofi mendalam. Tangisan bayi dalam tradisi Nakizumo bukanlah tanda kesedihan atau penderitaan, melainkan simbol vitalitas dan kekuatan hidup.

Ada pepatah Jepang yang mengatakan “Naku ko wa sodatsu”, yang berarti “Bayi yang menangis akan tumbuh besar”. Ini mencerminkan keyakinan bahwa tangisan adalah indikator yang baik dan kemampuan bayi untuk mengekspresikan diri.

Selain itu, dipercaya bahwa tangisan yang keras dapat mengusir roh jahat (oni) yang berpotensi mengganggu kesehatan dan perkembangan bayi. Ini adalah bentuk perlindungan spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Nakizumo di Mata Dunia Modern

Meskipun tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad, Nakizumo tidak lepas dari sorotan dan berbagai interpretasi di era modern. Beberapa orang mungkin melihatnya sebagai praktik yang sedikit aneh atau berpotensi menakut-nakuti bayi.

Namun, bagi sebagian besar masyarakat Jepang, khususnya para orang tua yang berpartisipasi, Nakizumo tetap dipandang sebagai perayaan yang positif dan penuh kasih. Mereka percaya pada niat baik di balik ritual tersebut, yaitu mendoakan yang terbaik bagi anak-anak mereka.

Banyak juga yang melihatnya sebagai kesempatan langka untuk merayakan kebudayaan dan tradisi yang unik, serta berbagi momen kebersamaan antar keluarga. Ini adalah pengingat akan akar spiritual yang masih kuat dalam masyarakat modern Jepang.

Opini Pribadi: Sebuah Perayaan Kehidupan yang Unik

Sebagai seorang pengamat, saya melihat Nakizumo bukan hanya sekadar “lomba” menangis, melainkan sebuah manifestasi indah dari harapan orang tua. Ini adalah cara unik untuk merayakan awal kehidupan, di mana setiap tangisan dianggap sebagai afirmasi positif untuk masa depan yang cerah.

Meskipun metode yang digunakan terkesan “ekstrem” dengan pegulat sumo dan topeng iblis, niat dasarnya adalah murni. Ini adalah cerminan dari bagaimana budaya dapat menemukan cara-cara kreatif untuk menyalurkan doa dan harapan, bahkan melalui hal yang paling alami seperti tangisan bayi.

Pada akhirnya, tradisi Nakizumo mengingatkan kita bahwa kebahagiaan dan keberuntungan dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, bahkan dalam suara tangisan yang paling nyaring sekalipun. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari mozaik yang selalu menarik untuk dipelajari.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • EDAN! INTER MILAN ‘COMEBACK GILA’ ke Final Coppa Italia: Drama Derby Terpanas!

    EDAN! INTER MILAN ‘COMEBACK GILA’ ke Final Coppa Italia: Drama Derby Terpanas!

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Inter Milan sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah tim dengan mental baja, mampu bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan lawan bebuyutan mereka, AC Milan, dalam laga semifinal Coppa Italia yang mendebarkan. Kemenangan epik ini tidak hanya mengamankan tiket ke final, tetapi juga menunjukkan karakter Nerazzurri yang tak pernah menyerah. Atmosfer Derby della Madonnina kali ini benar-benar […]

  • Infinix Hot 60 Pro+: Rahasia Tersembunyi Penguasa Kelas Rp 2 Jutaan?

    Infinix Hot 60 Pro+: Rahasia Tersembunyi Penguasa Kelas Rp 2 Jutaan?

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Infinix Hot 60 Pro+ datang dengan gebrakan yang signifikan di segmen ponsel harga Rp 2 jutaan. Pendekatan yang berani ini tidak hanya menawarkan spesifikasi yang menggiurkan, tetapi juga pengalaman penggunaan premium yang jarang ditemukan di kelasnya. Ponsel ini dirancang untuk mereka yang mendambakan performa maksimal tanpa harus menguras dompet terlalu dalam. Dari desain hingga jeroan, […]

  • Pasar Murah Subsidi Dibuka Bupati Ismet Mile di HUT Bhayangkara 80

    Pasar Murah Subsidi Dibuka Bupati Ismet Mile di HUT Bhayangkara 80

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu perekonomian masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan program Pasar Murah Bersubsidi yang menyasar berbagai lapisan warga. Program ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di wilayah tersebut. Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, secara […]

  • Kiamat Gempa California! Dwayne Johnson Selamatkan Dunia di San Andreas?

    Kiamat Gempa California! Dwayne Johnson Selamatkan Dunia di San Andreas?

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Siap-siap menyaksikan salah satu film bencana paling epik yang pernah ada! “San Andreas” bukan sekadar film tentang gempa bumi; ini adalah tontonan adrenalin tinggi yang memadukan aksi memukau, drama keluarga yang menyentuh, dan efek visual yang bikin mata terbelalak. Dibintangi oleh mega bintang Dwayne “The Rock” Johnson, film ini berhasil menyajikan skenario horor terburuk California […]

  • Geger! Trump Ancam Penuhi Bandara dengan Agen Imigrasi: Ada Apa di Baliknya?

    Geger! Trump Ancam Penuhi Bandara dengan Agen Imigrasi: Ada Apa di Baliknya?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Pada masa jabatannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikenal dengan berbagai kebijakan dan pernyataan kontroversialnya, terutama terkait isu imigrasi. Salah satu ancaman yang sempat menggemparkan adalah rencananya untuk mengerahkan agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) ke bandara-bandara di seluruh AS. Ancaman ini bukan sekadar gertakan biasa. Ia muncul di tengah ketegangan politik yang memanas, […]

  • TERUNGKAP! Cara Telkomsel Melesatkan Startup Lokal: Bukan Sekadar Inkubator Biasa!

    TERUNGKAP! Cara Telkomsel Melesatkan Startup Lokal: Bukan Sekadar Inkubator Biasa!

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Industri startup di Indonesia kini tengah menjadi sorotan utama, menarik perhatian banyak pihak, termasuk raksasa telekomunikasi Telkomsel. Sebagai pemain kunci dalam ekosistem digital Tanah Air, Telkomsel secara aktif mengambil peran dalam membentuk dan memajukan startup lokal. Melalui program inkubator andalannya, NextDev, Telkomsel tidak hanya mengamati geliat inovasi, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi ribuan talenta […]

expand_less