Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » WFH Sehari Seminggu: Tagihan Listrik Melonjak? Mengungkap Beban Energi di Balik Fleksibilitas Kerja!

WFH Sehari Seminggu: Tagihan Listrik Melonjak? Mengungkap Beban Energi di Balik Fleksibilitas Kerja!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konsep Work From Home () atau bekerja dari rumah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap kerja modern, terutama pasca-pandemi. Fleksibilitas yang ditawarkan seringkali dianggap sebagai solusi ideal untuk meningkatkan produktivitas dan keseimbangan hidup.

Namun, di balik kenyamanan tersebut, muncul sebuah pertanyaan krusial: benarkah kebijakan WFH, bahkan hanya sehari dalam sepekan, justru memindahkan beban energi dari kantor ke rumah tangga secara signifikan?

Mitos Hemat Energi Vs. Realita Baru

Banyak yang berasumsi bahwa WFH secara otomatis akan mengurangi jejak karbon dan energi. Argumen utamanya adalah berkurangnya perjalanan komuter yang menghasilkan emisi gas rumah kaca dan menurunnya penggunaan fasilitas kantor.

Namun, analisis mendalam menunjukkan bahwa realitanya jauh lebih kompleks. Peningkatan aktivitas di rumah, yang sebelumnya terpusat di kantor, berpotensi menciptakan lonjakan energi rumah tangga.

Kebutuhan Listrik yang Meningkat Drastis

Saat bekerja dari rumah, peralatan elektronik seperti laptop, monitor tambahan, router internet, hingga pendingin ruangan (AC) atau pemanas menjadi aktif lebih lama. Belum lagi penerangan yang mungkin menyala sepanjang hari di area kerja.

Peralatan-peralatan ini, yang sebelumnya ditanggung oleh operasional kantor, kini berpindah sepenuhnya menjadi tanggungan rumah tangga. Ini secara langsung berkontribusi pada kenaikan tagihan listrik bulanan.

Dapur Makin Sibuk, Konsumsi LPG Ikut Naik

Bekerja dari rumah juga berarti seluruh kebutuhan makan dan minum akan dipersiapkan di rumah. Ini berbeda ketika di kantor, di mana karyawan mungkin makan di kantin kantor atau membeli makanan di luar.

Akibatnya, penggunaan kompor gas atau listrik untuk memasak, serta kulkas untuk menyimpan bahan makanan, otomatis akan meningkat drastis. Hal ini berdampak pada atau listrik untuk keperluan dapur.

Bukan Sekadar Pindah Lokasi, Tapi Pindah Beban

Pernyataan awal yang mengatakan, "Peningkatan penggunaan energi akan terjadi, mulai dari penggunaan listrik di rumah ataupun penggunaan untuk memasak bagi masyarakat yang WFH," sangat relevan.

Ini bukan hanya tentang perubahan lokasi kerja, melainkan pergeseran beban energi dari entitas korporasi ke individu. Bagi perusahaan, ini bisa berarti penghematan biaya operasional kantor, namun bagi karyawan, ini adalah penambahan pengeluaran yang kadang tidak disadari.

Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa di gedung perkantoran modern, terutama yang bersertifikasi hijau, bisa lebih baik daripada di rumah tangga pada umumnya. Sehingga, perpindahan beban ini belum tentu menghasilkan secara keseluruhan.

Dampak Lingkungan: Sebuah Dilema Baru

Dari segi lingkungan, WFH memang mengurangi emisi gas buang dari kendaraan pribadi atau menuju kantor. Ini adalah keuntungan yang jelas.

Namun, di sisi lain, peningkatan konsumsi energi di rumah tangga bisa jadi berasal dari sumber energi yang kurang ramah lingkungan, tergantung pada bauran energi nasional. Jika listrik rumah tangga sebagian besar dipasok oleh pembangkit listrik tenaga batu bara, maka peningkatan konsumsi WFH juga berkontribusi pada emisi.

Dilema ini menyoroti perlunya pendekatan holistik untuk mengevaluasi dampak WFH, tidak hanya dari satu aspek saja. Penting untuk melihat bagaimana energi diproduksi dan dikonsumsi baik di kantor maupun di rumah.

Solusi dan Strategi Menghemat Energi Saat WFH

Meskipun ada potensi peningkatan beban energi, bukan berarti WFH adalah ide buruk. Dengan kesadaran dan strategi yang tepat, kita bisa mengelola konsumsi energi secara lebih bijak.

Tips Praktis Mengurangi Konsumsi Listrik

  • Matikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak digunakan.
  • Maksimalkan pencahayaan alami dan ventilasi udara.
  • Gunakan peralatan elektronik hemat energi dan cabut pengisi daya setelah digunakan.
  • Atur suhu AC ke level yang nyaman namun tidak terlalu rendah (misalnya 24-26 derajat Celcius).

Hemat Energi di Dapur

  • Rencanakan menu masakan agar bisa memasak dalam jumlah besar (batch cooking) untuk beberapa hari.
  • Gunakan peralatan masak yang efisien seperti panci presto atau microwave untuk makanan tertentu.
  • Pastikan kulkas tidak terlalu penuh atau kosong, dan jauhkan dari sumber panas.

Peran Teknologi Pintar

pada rumah pintar seperti termostat cerdas atau colokan pintar (smart plugs) dapat membantu memantau dan mengoptimalkan penggunaan energi. Perangkat ini memungkinkan kita untuk mengontrol listrik dari jarak jauh dan menjadwalkan kapan peralatan harus menyala atau mati.

Masa Depan WFH dan Energi Berkelanjutan

Seiring berkembangnya model kerja hibrida, perusahaan juga memiliki peran untuk mendukung karyawannya dalam mengelola beban energi. Beberapa perusahaan mulai mempertimbangkan subsidi untuk tagihan internet atau listrik bagi karyawan WFH.

Pemerintah juga dapat mendorong di rumah tangga melalui insentif untuk penggunaan panel surya rumahan atau peralatan hemat energi. Tujuannya adalah memastikan bahwa fleksibilitas kerja tidak datang dengan harga lingkungan atau finansial yang tinggi.

Kesimpulannya, WFH memang menawarkan banyak keuntungan, tetapi penting untuk tidak mengabaikan potensi pergeseran beban energi ke rumah tangga. Dengan pemahaman yang baik dan penerapan strategi hemat energi, kita bisa menikmati manfaat WFH sambil tetap menjaga lingkungan dan dompet.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • TERBONGKAR! Mantan Guru Sebarkan ‘Jasa Oral Seks’ di Tangsel, Warga Resah!

    TERBONGKAR! Mantan Guru Sebarkan ‘Jasa Oral Seks’ di Tangsel, Warga Resah!

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan digemparkan oleh sebuah insiden tak lazim yang menguji norma kesopanan dan ketertiban umum. Brosur-brosur yang secara terbuka menawarkan ‘jasa oral seks’ mendadak beredar luas, menimbulkan kegaduhan dan keresahan di kalangan warga. Kejadian ini sontak menjadi perbincangan hangat, terutama di kawasan Pamulang. Penyebaran brosur tak senonoh ini pertama kali diketahui oleh warga yang merasa […]

  • PARAH! Pemudik Ditinggal Rombongan Saat Asyik Makan: Kisah Apes di Rest Area Sragen

    PARAH! Pemudik Ditinggal Rombongan Saat Asyik Makan: Kisah Apes di Rest Area Sragen

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Musim mudik kerap diwarnai berbagai cerita, mulai dari suka cita bertemu keluarga hingga tantangan di perjalanan. Namun, tak jarang pula muncul kisah-kisah tak terduga yang bikin geleng-geleng kepala. Salah satunya adalah insiden yang menimpa Rano Gunawan Hutagalung, seorang pemudik yang mengalami nasib apes luar biasa. Ia ditinggal oleh rombongannya sendiri saat sedang asyik menikmati hidangan […]

  • Bikin Fans Klepek-Klepek! Kim Jae Won ‘Pacar Baru’ Kim Go Eun di Yumi’s Cells 3: Fakta & Spekulasi Panas!

    Bikin Fans Klepek-Klepek! Kim Jae Won ‘Pacar Baru’ Kim Go Eun di Yumi’s Cells 3: Fakta & Spekulasi Panas!

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Dunia drakor kembali dihebohkan dengan spekulasi panas mengenai musim ketiga dari serial populer Yumi’s Cells. Belum ada konfirmasi resmi, namun satu nama aktor muda sukses mencuri atensi sebagai ‘calon’ kekasih baru Kim Go Eun: Kim Jae Won. Kabar ini sontak membanjiri berbagai platform media sosial, membuat para penggemar tak sabar menanti kelanjutan kisah cinta Yumi. […]

  • Jantung Intelijen Irak Dihantam! Drone Maut Tewaskan Perwira, Konflik Regional di Ambang Meledak?

    Jantung Intelijen Irak Dihantam! Drone Maut Tewaskan Perwira, Konflik Regional di Ambang Meledak?

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Baghdad diguncang oleh serangan drone mematikan yang menargetkan markas besar Dinas Intelijen Irak. Insiden tragis ini menewaskan seorang perwira, memicu gelombang kekhawatiran baru tentang stabilitas keamanan di ibu kota dan seluruh negeri. Serangan yang terjadi di tengah ketegangan regional yang kian memanas ini, bukan hanya merenggut nyawa tetapi juga menggarisbawahi rapuhnya situasi Irak. Peristiwa ini […]

  • GILA BANGET! 7+ Barang Paling Absurd & Bikin Ngakak yang Cuma Ada di Internet!

    GILA BANGET! 7+ Barang Paling Absurd & Bikin Ngakak yang Cuma Ada di Internet!

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Internet adalah lautan informasi, hiburan, dan terkadang, tempat di mana logika seolah dikesampingkan. Di tengah jutaan produk konvensional, selalu ada saja barang-barang yang berhasil mencuri perhatian karena keanehan atau bahkan kegilaannya. Seperti yang Anda lihat, internet memang gudangnya hal-hal tak terduga. "Berikut kompilasi barang aneh hingga nyeleneh yang ditemukan di internet. Dijamin bikin kamu geleng […]

  • 21 April 2026: Lebih dari Kartini! Inovasi, Burung Langka, & Hak Tuna Mengguncang Dunia!

    21 April 2026: Lebih dari Kartini! Inovasi, Burung Langka, & Hak Tuna Mengguncang Dunia!

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Tanggal 21 April setiap tahunnya kerap diidentikkan dengan peringatan Hari Kartini, sebuah momen penting bagi perempuan Indonesia. Namun, di balik semarak peringatan itu, tanggal 21 April 2026 juga menyimpan makna global yang tak kalah mendalam. Ternyata, ada tiga peringatan penting lainnya yang dirayakan pada tanggal yang sama: Hari Kreativitas dan Inovasi Sedunia, Hari Burung Curlew, […]

expand_less