Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Jeritan Bos DAMRI: 3 Kali Ditolak Kemenkeu, Nasib Ratusan Rute Perintis Terancam!

Jeritan Bos DAMRI: 3 Kali Ditolak Kemenkeu, Nasib Ratusan Rute Perintis Terancam!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabar mengejutkan datang dari Perusahaan Umum (Perum) Damri, salah satu pilar di . Direktur Utama Perum Damri, Setia Milatia Moemi, mengungkapkan keluh kesahnya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat ().

Ia membeberkan fakta bahwa permohonan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diajukan kepada Kementerian Keuangan () telah ditolak sebanyak tiga kali berturut-turut. Penolakan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan vital ini.

Mengapa PMN Penting untuk BUMN?

Penyertaan Modal Negara (PMN) adalah suntikan dana segar dari pemerintah ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tujuannya beragam, mulai dari membiayai proyek strategis, restrukturisasi utang, hingga modernisasi aset dan peningkatan pelayanan.

Bagi BUMN sektor transportasi seperti Damri, PMN sangat krusial untuk menjaga kelangsungan operasional, terutama pada rute-rute yang secara komersial kurang menguntungkan namun memiliki fungsi sosial yang tinggi.

Peran Krusial Damri dalam Transportasi Nasional

Damri, dengan sejarah panjangnya sejak Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik (DAMRI) dibentuk pada tahun 1946, bukan sekadar perusahaan bus. Ia adalah urat nadi yang menghubungkan pelosok negeri, khususnya melalui layanan angkutan perintis.

Angkutan perintis ini menjangkau daerah-daerah terpencil yang tidak dilalui transportasi umum lainnya, memastikan masyarakat di sana tetap memiliki akses mobilitas dan perekonomian terus bergerak.

Suntikan Modal Ditolak Tiga Kali: Ada Apa dengan Damri dan Kemenkeu?

Penolakan beruntun ini mengindikasikan adanya gap komunikasi atau perbedaan pandangan yang signifikan antara Damri dan . Milatia Moemi sendiri tidak merinci alasan penolakan tersebut dalam forum , namun konteksnya jelas tentang kebutuhan pendanaan.

Secara umum, penolakan PMN bisa didasari oleh beberapa faktor, seperti evaluasi kelayakan bisnis yang belum memuaskan, kondisi keuangan BUMN yang belum optimal, atau prioritas anggaran pemerintah yang diarahkan ke sektor lain.

Tantangan Internal Damri yang Mungkin Memicu Penolakan

Sebagai BUMN di sektor transportasi, Damri menghadapi tantangan klasik yang kompleks. Armada yang menua membutuhkan peremajaan, biaya operasional terus meningkat, dan persaingan dari operator swasta maupun moda transportasi online semakin ketat.

Selain itu, beban layanan publik (Public Service Obligation/PSO) untuk rute perintis seringkali tidak sejalan dengan profitabilitas. Ini bisa menyebabkan Damri kesulitan mencapai profit yang diharapkan, yang menjadi salah satu pertimbangan .

  • Usia Armada: Banyak bus Damri yang sudah tua, memerlukan biaya perawatan tinggi dan kurang efisien dalam penggunaan bahan bakar.
  • Biaya Operasional: Harga bahan bakar, suku cadang, perawatan rutin, dan upah karyawan terus menunjukkan tren kenaikan.
  • Persaingan Ketat: Adanya operator bus swasta dan aplikasi transportasi daring yang agresif menawarkan berbagai kenyamanan dan harga bersaing.
  • Beban PSO: Melayani rute perintis di daerah terpencil yang minim penumpang, namun wajib dilakukan demi kepentingan masyarakat.

Perspektif Kemenkeu: Prinsip Kehati-hatian dalam Menggelontorkan PMN

Dari sisi Kemenkeu, setiap pengajuan PMN tentu melewati proses kajian yang sangat ketat. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa dana rakyat yang disuntikkan ke BUMN dapat dikelola secara akuntabel dan memberikan dampak positif yang maksimal.

Kemenkeu mungkin melihat bahwa Damri perlu melakukan perbaikan internal, restrukturisasi bisnis, atau mencari sumber pendanaan alternatif sebelum PMN dapat dikucurkan. Pertimbangan fiskal negara dan efisiensi anggaran juga sangat mempengaruhi keputusan ini.

Dampak Penolakan PMN: Nasib Layanan Publik Terancam?

Jika Damri tidak mendapatkan suntikan modal yang dibutuhkan, konsekuensinya bisa sangat merugikan, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat luas yang sangat bergantung pada layanannya.

Milatia Moemi dalam kesempatan itu mengisyaratkan bahwa penolakan ini dapat menghambat peremajaan armada, ekspansi rute, dan peningkatan kualitas pelayanan. Ini bisa berarti masyarakat harus berhadapan dengan bus yang kurang nyaman, atau bahkan hilangnya beberapa rute penting.

Ancaman Nyata pada Rute Perintis

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah nasib rute perintis. Tanpa dukungan dana untuk subsidi operasional atau peremajaan bus, Damri mungkin kesulitan untuk mempertahankan layanan ini. Jika rute perintis berhenti beroperasi, masyarakat di daerah terpencil akan kehilangan akses vital.

Ini bukan hanya masalah transportasi, tetapi juga masalah keadilan sosial dan pemerataan ekonomi. Aksesibilitas adalah kunci pembangunan di daerah-daerah yang terisolir.

Langkah Damri dan Pemerintah ke Depan

Mengingat pentingnya Damri, dialog antara manajemen Damri, Kementerian BUMN, dan Kemenkeu perlu terus diintensifkan. Damri mungkin perlu menyusun proposal PMN yang lebih komprehensif, dilengkapi dengan rencana bisnis yang solid dan target kinerja yang terukur.

Pemerintah juga dapat mempertimbangkan bentuk dukungan lain di luar PMN, seperti skema subsidi yang lebih fleksibel, insentif pajak, atau bantuan teknis untuk efisiensi operasional.

Opsi Solusi dan Strategi Alternatif

Untuk Damri, fokus pada efisiensi internal adalah kunci. Optimalisasi rute yang ada, digitalisasi layanan pelanggan dan operasional, serta pengembangan lini bisnis yang lebih profitable (misalnya logistik atau ) bisa menjadi langkah strategis.

Kerja sama dengan pihak swasta atau BUMN lain juga dapat dieksplorasi untuk membagi beban investasi dan operasional, sekaligus meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan.

Opini Editor: Keseimbangan antara Misi Sosial dan Keberlanjutan Bisnis

Kasus Damri ini menyoroti dilema klasik BUMN: bagaimana menyeimbangkan antara misi sosial sebagai penyedia layanan publik dengan tuntutan keberlanjutan bisnis dan profitabilitas. Keduanya sama-sama penting bagi negara.

Pemerintah memiliki peran ganda: sebagai pemilik modal yang menuntut efisiensi dan pengembalian investasi, dan sebagai pembuat kebijakan yang menjamin aksesibilitas bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Menemukan titik tengah yang harmonis adalah tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Semoga saja, keluh kesah Direktur Utama Damri di ini menjadi momentum untuk mencari solusi terbaik. Agar Damri tetap mampu melayani masyarakat dengan optimal, baik di kota metropolitan maupun di pelosok negeri, serta tetap menjadi BUMN yang sehat dan berkelanjutan.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh! Dua Wanita Hijab Taklukkan Rute Maut Bandung-Wonosobo 10 Jam, Begini Rahasianya!

    Heboh! Dua Wanita Hijab Taklukkan Rute Maut Bandung-Wonosobo 10 Jam, Begini Rahasianya!

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Dunia maya kembali dihebohkan oleh kisah inspiratif dua wanita berhijab yang berhasil menaklukkan perjalanan touring motor jarak jauh. Mereka sukses menempuh rute dari Bandung menuju Wonosobo, Jawa Tengah, dalam waktu sekitar 10 jam yang penuh tantangan. Kisah ini dengan cepat menyebar viral, menarik perhatian ribuan netizen yang membanjiri kolom komentar dengan dukungan dan kekaguman. Perjalanan […]

  • Gerrard ‘Turun Gunung’! Peringatan Keras untuk Liverpool: Pengganti Salah HARUS Kelas Dunia!

    Gerrard ‘Turun Gunung’! Peringatan Keras untuk Liverpool: Pengganti Salah HARUS Kelas Dunia!

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Kabar potensi kepergian Mohamed Salah dari Anfield pada akhir musim ini telah menjadi topik hangat yang menyelimuti jagat sepak bola, memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan pakar. Spekulasi mengenai masa depan sang bintang Mesir tersebut kian menguat, meninggalkan Liverpool dalam posisi krusial. Situasi ini bukan hanya sekadar urusan kontrak atau nilai transfer, melainkan juga […]

  • TERKUAK! Mantan Finalis Puteri Indonesia Ditangkap Akibat Facelift Ilegal: Kecantikan Berujung Cacat Permanen?

    TERKUAK! Mantan Finalis Puteri Indonesia Ditangkap Akibat Facelift Ilegal: Kecantikan Berujung Cacat Permanen?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Dunia kecantikan kembali dihebohkan oleh kabar penangkapan seorang figur publik. Kali ini, mantan finalis Puteri Indonesia, Jeni Rahmadial Fitri, menjadi sorotan setelah diringkus oleh pihak kepolisian terkait dugaan praktik ilegal. Kasus ini mencuat setelah Polda Riau melakukan penangkapan terhadap Jeni atas dugaan malpraktik facelift ilegal. Prosedur yang tidak sah ini diduga menyebabkan cacat permanen pada […]

  • Rupiah Tertekan Dolar, Industri Asuransi Menjerit: Dampak Nyata dan Solusinya!

    Rupiah Tertekan Dolar, Industri Asuransi Menjerit: Dampak Nyata dan Solusinya!

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kini bukan lagi sekadar berita ekonomi, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas berbagai sektor, termasuk industri asuransi di Indonesia. Tekanan kurs ini menimbulkan efek domino yang signifikan, menambah beban operasional dan investasi para pelaku industri. Fenomena ini menjadi biang kerok di balik potensi kerugian, membuat perusahaan asuransi […]

  • Terbongkar! Rahasia Awet Muda Ella Chen di Usia 44: Teknik Vakum Perut yang Bikin Melongo!

    Terbongkar! Rahasia Awet Muda Ella Chen di Usia 44: Teknik Vakum Perut yang Bikin Melongo!

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Dunia hiburan kembali dikejutkan dengan penampilan seorang diva yang seolah menolak tua. Ella Chen Jiahua, anggota grup legendaris S.H.E, baru-baru ini menjadi sorotan utama berkat aksi panggungnya yang tidak hanya energik, tetapi juga memamerkan rahasia kebugaran ekstremnya. Dalam konsernya yang megah, Ella bukan hanya bernyanyi dan menari, ia juga dengan percaya diri memperlihatkan sebuah teknik […]

  • SIAGA PENUH! Iran Ambil Kendali Selat Hormuz, Siapa Saja Kapal yang Aman Melintas?

    SIAGA PENUH! Iran Ambil Kendali Selat Hormuz, Siapa Saja Kapal yang Aman Melintas?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Situasi di salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, Selat Hormuz, kembali memanas. Iran, melalui pernyataan resmi, telah memperketat pengawasan dan mengisyaratkan kebijakan baru yang memungkinkan hanya kapal-kapal dari negara sekutu atau yang memiliki hubungan baik dengannya untuk melintas dengan bebas. Langkah kontroversial ini memicu kekhawatiran global, mengingat vitalnya selat ini bagi pasokan energi dan […]

expand_less