Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Jeritan Bos DAMRI: 3 Kali Ditolak Kemenkeu, Nasib Ratusan Rute Perintis Terancam!

Jeritan Bos DAMRI: 3 Kali Ditolak Kemenkeu, Nasib Ratusan Rute Perintis Terancam!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabar mengejutkan datang dari Perusahaan Umum (Perum) Damri, salah satu pilar di Indonesia. Direktur Utama Perum Damri, Setia Milatia Moemi, mengungkapkan keluh kesahnya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat ().

Ia membeberkan fakta bahwa permohonan Penyertaan Modal Negara () yang diajukan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah ditolak sebanyak tiga kali berturut-turut. Penolakan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan BUMN vital ini.

Mengapa PMN Penting untuk BUMN?

Penyertaan Modal Negara () adalah suntikan dana segar dari ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tujuannya beragam, mulai dari membiayai proyek strategis, restrukturisasi utang, hingga modernisasi aset dan peningkatan pelayanan.

Bagi BUMN sektor transportasi seperti Damri, sangat krusial untuk menjaga kelangsungan operasional, terutama pada rute-rute yang secara komersial kurang menguntungkan namun memiliki fungsi sosial yang tinggi.

Peran Krusial Damri dalam Transportasi Nasional

Damri, dengan sejarah panjangnya sejak Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) dibentuk pada tahun 1946, bukan sekadar perusahaan bus. Ia adalah urat nadi yang menghubungkan pelosok negeri, khususnya melalui layanan angkutan perintis.

Angkutan perintis ini menjangkau daerah-daerah terpencil yang tidak dilalui transportasi umum lainnya, memastikan masyarakat di sana tetap memiliki akses mobilitas dan perekonomian terus bergerak.

Suntikan Modal Ditolak Tiga Kali: Ada Apa dengan Damri dan Kemenkeu?

Penolakan beruntun ini mengindikasikan adanya gap komunikasi atau perbedaan pandangan yang signifikan antara Damri dan Kemenkeu. Milatia Moemi sendiri tidak merinci alasan penolakan tersebut dalam forum DPR, namun konteksnya jelas tentang kebutuhan pendanaan.

Secara umum, penolakan PMN bisa didasari oleh beberapa faktor, seperti evaluasi kelayakan bisnis yang belum memuaskan, kondisi keuangan BUMN yang belum optimal, atau prioritas anggaran yang diarahkan ke sektor lain.

Tantangan Internal Damri yang Mungkin Memicu Penolakan

Sebagai BUMN di sektor transportasi, Damri menghadapi tantangan klasik yang kompleks. Armada yang menua membutuhkan peremajaan, biaya operasional terus meningkat, dan persaingan dari operator swasta maupun moda transportasi online semakin ketat.

Selain itu, beban layanan publik (Public Service Obligation/PSO) untuk rute perintis seringkali tidak sejalan dengan profitabilitas. Ini bisa menyebabkan Damri kesulitan mencapai profit yang diharapkan, yang menjadi salah satu pertimbangan Kemenkeu.

  • Usia Armada: Banyak bus Damri yang sudah tua, memerlukan biaya perawatan tinggi dan kurang efisien dalam penggunaan bahan bakar.
  • Biaya Operasional: Harga bahan bakar, suku cadang, perawatan rutin, dan upah karyawan terus menunjukkan tren kenaikan.
  • Persaingan Ketat: Adanya operator bus swasta dan aplikasi transportasi daring yang agresif menawarkan berbagai kenyamanan dan harga bersaing.
  • Beban PSO: Melayani rute perintis di daerah terpencil yang minim penumpang, namun wajib dilakukan demi kepentingan masyarakat.

Perspektif Kemenkeu: Prinsip Kehati-hatian dalam Menggelontorkan PMN

Dari sisi Kemenkeu, setiap pengajuan PMN tentu melewati proses kajian yang sangat ketat. memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa dana rakyat yang disuntikkan ke BUMN dapat dikelola secara akuntabel dan memberikan dampak positif yang maksimal.

Kemenkeu mungkin melihat bahwa Damri perlu melakukan perbaikan internal, restrukturisasi bisnis, atau mencari sumber pendanaan alternatif sebelum PMN dapat dikucurkan. Pertimbangan fiskal negara dan juga sangat mempengaruhi keputusan ini.

Dampak Penolakan PMN: Nasib Layanan Publik Terancam?

Jika Damri tidak mendapatkan suntikan modal yang dibutuhkan, konsekuensinya bisa sangat merugikan, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat luas yang sangat bergantung pada layanannya.

Milatia Moemi dalam kesempatan itu mengisyaratkan bahwa penolakan ini dapat menghambat peremajaan armada, ekspansi rute, dan peningkatan kualitas pelayanan. Ini bisa berarti masyarakat harus berhadapan dengan bus yang kurang nyaman, atau bahkan hilangnya beberapa rute penting.

Ancaman Nyata pada Rute Perintis

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah nasib rute perintis. Tanpa dukungan dana untuk subsidi operasional atau peremajaan bus, Damri mungkin kesulitan untuk mempertahankan layanan ini. Jika rute perintis berhenti beroperasi, masyarakat di daerah terpencil akan kehilangan akses vital.

Ini bukan hanya masalah transportasi, tetapi juga masalah keadilan sosial dan pemerataan . Aksesibilitas adalah kunci pembangunan di daerah-daerah yang terisolir.

Langkah Damri dan Pemerintah ke Depan

Mengingat pentingnya Damri, dialog antara manajemen Damri, Kementerian BUMN, dan Kemenkeu perlu terus diintensifkan. Damri mungkin perlu menyusun proposal PMN yang lebih komprehensif, dilengkapi dengan rencana bisnis yang solid dan target kinerja yang terukur.

Pemerintah juga dapat mempertimbangkan bentuk dukungan lain di luar PMN, seperti skema subsidi yang lebih fleksibel, insentif pajak, atau bantuan teknis untuk efisiensi operasional.

Opsi Solusi dan Strategi Alternatif

Untuk Damri, fokus pada efisiensi internal adalah kunci. Optimalisasi rute yang ada, digitalisasi layanan pelanggan dan operasional, serta pengembangan lini bisnis yang lebih profitable (misalnya logistik atau pariwisata) bisa menjadi langkah strategis.

Kerja sama dengan pihak swasta atau BUMN lain juga dapat dieksplorasi untuk membagi beban dan operasional, sekaligus meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan.

Opini Editor: Keseimbangan antara Misi Sosial dan Keberlanjutan Bisnis

Kasus Damri ini menyoroti dilema klasik BUMN: bagaimana menyeimbangkan antara misi sosial sebagai penyedia layanan publik dengan tuntutan keberlanjutan bisnis dan profitabilitas. Keduanya sama-sama penting bagi negara.

Pemerintah memiliki peran ganda: sebagai pemilik modal yang menuntut efisiensi dan pengembalian , dan sebagai pembuat kebijakan yang menjamin aksesibilitas bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Menemukan titik tengah yang harmonis adalah tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Semoga saja, keluh kesah Direktur Utama Damri di DPR ini menjadi momentum untuk mencari solusi terbaik. Agar Damri tetap mampu melayani masyarakat Indonesia dengan optimal, baik di kota metropolitan maupun di pelosok negeri, serta tetap menjadi BUMN yang sehat dan berkelanjutan.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesta Gol Garuda Muda di AFF U-17, Tapi Awas! Ini Peringatan Penting Demi Juara!

    Pesta Gol Garuda Muda di AFF U-17, Tapi Awas! Ini Peringatan Penting Demi Juara!

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Timnas Indonesia U-17 baru saja mengukir kemenangan telak yang membanggakan melawan Timnas Timor-Leste U-17 di ajang Piala AFF U-17. Hasil gemilang ini tentu menjadi awal yang positif bagi Garuda Muda dalam perjuangan mereka di turnamen bergengsi ini. Namun, di tengah euforia kemenangan, sebuah peringatan penting telah digaungkan. Para punggawa timnas ditekankan agar tidak terlena dan […]

  • Terungkap! Dilema WNI Nikah Beda Agama & Sejenis di Luar Negeri, RUU HPI Jadi Solusi?

    Terungkap! Dilema WNI Nikah Beda Agama & Sejenis di Luar Negeri, RUU HPI Jadi Solusi?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional (RUU HPI) DPR RI saat ini sedang gencar membahas isu-isu krusial yang menyangkut warga negara Indonesia (WNI) yang melangsungkan pernikahan di luar negeri. Sorotan tajam tertuju pada praktik nikah beda agama dan nikah sesama jenis, yang menimbulkan kompleksitas hukum saat mereka kembali ke tanah air. Pembahasan ini […]

  • Jalur Emas Global: Iran Buka Pintu Selat Hormuz Hanya untuk Negara Ini!

    Jalur Emas Global: Iran Buka Pintu Selat Hormuz Hanya untuk Negara Ini!

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Selat Hormuz, sebuah jalur air sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman, adalah salah satu chokepoint maritim paling strategis di dunia. Dikenal sebagai urat nadi perdagangan minyak global, kepemilikan dan kontrol atas selat ini menjadi sumber ketegangan geopolitik yang tak berkesudahan. Dalam langkah yang menarik perhatian dunia, Iran baru-baru ini menyatakan akan membuka Selat […]

  • TERUNGKAP! Mengapa Banjir & Cuaca Ekstrem Hantui Jawa & Maluku Saat Lebaran?

    TERUNGKAP! Mengapa Banjir & Cuaca Ekstrem Hantui Jawa & Maluku Saat Lebaran?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Periode Lebaran yang seharusnya dipenuhi dengan kebahagiaan dan kehangatan keluarga, justru diwarnai dengan kabar duka bagi ratusan keluarga di Pulau Jawa dan Maluku. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah ini. Bencana tersebut meliputi hujan lebat yang tak kunjung berhenti serta banjir bandang yang merendam pemukiman. Dampak yang ditimbulkan sangat […]

  • Terungkap! Trik Booking Trans Hotel Jakarta: Harga Murah, Promo Melimpah, Liburan Maksimal!

    Terungkap! Trik Booking Trans Hotel Jakarta: Harga Murah, Promo Melimpah, Liburan Maksimal!

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Merencanakan perjalanan ke Jakarta dan mencari akomodasi mewah dengan penawaran terbaik? The Trans Luxury Hotel Jakarta adalah pilihan yang tak terbantahkan. Namun, tahukah Anda ada cara cerdas untuk memesannya agar mendapatkan harga paling hemat dan menikmati promo diskon menggiurkan? Artikel ini akan membongkar rahasia di balik pemesanan hotel bintang lima ini. Kami akan memandu Anda […]

  • Geger! Ambisi Tersembunyi Trump Merampas Harta Minyak Iran: Apa Kata Hukum Internasional?

    Geger! Ambisi Tersembunyi Trump Merampas Harta Minyak Iran: Apa Kata Hukum Internasional?

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Pada suatu kesempatan yang mengejutkan publik, Presiden Amerika Serikat kala itu, Donald Trump, secara blak-blakan mengungkapkan ambisi kontroversialnya. Ia menyatakan keinginannya untuk “merampas” minyak Iran, termasuk target vital seperti Pulau Kharg. Pernyataan ini bukan hanya memicu keheranan di kalangan warga AS, tetapi juga membangkitkan diskusi serius tentang implikasi hukum, ekonomi, dan geopolitik di panggung internasional. […]

expand_less