Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » WAH! DPR Geram: Makan Daging Anjing Bikin Keracunan, Ini Bahayanya!

WAH! DPR Geram: Makan Daging Anjing Bikin Keracunan, Ini Bahayanya!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus keracunan makanan kembali mengguncang masyarakat, kali ini menimpa tujuh warga di Mamuju setelah mengonsumsi daging anjing. Insiden tragis ini sontak memicu reaksi keras dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (), yang mendesak daerah untuk segera mengatur dan bahkan melarang konsumsi hewan non-konsumsi demi menjaga .

Kejadian di Mamuju bukan sekadar insiden biasa, melainkan peringatan serius akan bahaya laten yang mengintai di balik konsumsi daging hewan yang tidak lazim sebagai bahan pangan. DPR menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan publik dari risiko yang tak terduga.

Menguak Insiden Keracunan Daging Anjing di Mamuju

Tujuh warga di Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap daging anjing. Meskipun detail mengenai kondisi korban tidak disebutkan secara spesifik dalam laporan awal, kejadian ini cukup untuk membangkitkan kekhawatiran publik dan legislator.

Gejala keracunan makanan bisa bervariasi mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam tinggi, tergantung pada jenis patogen atau racun yang terkandung dalam makanan. Kasus ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap sumber dan jenis makanan yang dikonsumsi.

DPR Desak Pemda Ambil Tindakan Tegas

Menyikapi insiden ini, Komisi IX DPR RI, yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, secara lugas mendorong daerah untuk mengeluarkan regulasi yang melarang atau membatasi konsumsi daging hewan non-konsumsi.

Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah terulangnya kasus serupa dan melindungi masyarakat dari potensi bahaya kesehatan yang lebih luas. “Kami mendesak Pemda agar segera mengatur larangan konsumsi daging anjing dan kucing demi ,” demikian bunyi imbauan dari DPR.

Landasan Hukum dan Kesehatan

Desakan DPR ini berlandaskan pada dua pilar utama: aspek dan kesejahteraan hewan. Secara , Indonesia memiliki Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang No. 41 Tahun 2014 tentang dan Kesehatan Hewan. Namun, celah seringkali muncul dalam regulasi spesifik untuk hewan non-ternak.

Konsumsi daging anjing dan kucing, yang tidak termasuk dalam kategori hewan ternak atau hewan konsumsi menurut regulasi pangan di Indonesia, memiliki risiko tinggi karena minimnya pengawasan dan standar kesehatan.

Bahaya Mengerikan di Balik Konsumsi Daging Anjing dan Kucing

Ada banyak alasan mengapa konsumsi daging anjing dan kucing sangat tidak dianjurkan, terutama dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Risiko Penularan Penyakit Zoonosis

Anjing dan kucing adalah inang bagi berbagai jenis penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Beberapa di antaranya sangat mematikan.

  • Rabies: Salah satu penyakit paling mematikan yang dapat menular melalui gigitan hewan terinfeksi, termasuk anjing. Mengonsumsi daging anjing yang terinfeksi berpotensi menularkan virus ini, meskipun jarang.
  • Parasit: Cacing pita (seperti Echinococcus dan Taenia) dan cacing gelang (seperti Toxocara canis) adalah parasit umum pada anjing. Konsumsi daging mentah atau kurang matang dapat menyebabkan infeksi serius pada manusia.
  • Bakteri: Berbagai bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter sering ditemukan pada daging yang tidak diolah dengan baik, terutama dari hewan yang tidak diperiksa kesehatannya. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan parah.

Kondisi Higienis yang Tidak Terkontrol

Proses penyembelihan dan pengolahan daging anjing dan kucing seringkali dilakukan secara ilegal dan tanpa pengawasan sanitasi yang memadai. Tempat pemotongan yang kotor, peralatan yang tidak steril, serta penanganan daging yang tidak higienis menjadi sarang kuman dan bakteri.

Tanpa standar kebersihan dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih, risiko kontaminasi silang dan penyebaran penyakit menjadi sangat tinggi. Ini berbeda jauh dengan rumah potong hewan (RPH) yang resmi dan diawasi ketat.

Potensi Kontaminasi Bahan Kimia dan Obat-obatan

Anjing dan kucing yang diperdagangkan untuk konsumsi seringkali berasal dari sumber yang tidak jelas, bahkan hasil pencurian. Hewan-hewan ini bisa saja terpapar racun, penyakit, atau diberikan obat-obatan yang tidak aman bagi konsumsi manusia.

Apabila hewan tersebut sakit dan diberi obat antibiotik atau obat lain, residu obat tersebut dapat menumpuk di dagingnya dan berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Ini menjadi ancaman tersembunyi yang sulit dideteksi.

Aspek Kesejahteraan Hewan dan Etika

Selain risiko kesehatan, praktik perdagangan dan konsumsi daging anjing dan kucing juga melanggar prinsip kesejahteraan hewan. Banyak laporan menunjukkan bahwa anjing dan kucing yang akan disembelih mengalami penyiksaan dan perlakuan kejam.

Penangkapan yang kasar, pengangkutan dalam kondisi yang menyedihkan, hingga metode penyembelihan yang sadis bukan hanya masalah etika, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas daging karena stres yang dialami hewan. Hewan yang stres dapat melepaskan hormon tertentu yang berpotensi memengaruhi dagingnya.

Peran Pemerintah Daerah dalam Menutup Celah Regulasi

Desakan Komisi IX DPR RI agar daerah mengatur larangan konsumsi daging anjing dan kucing adalah langkah yang sangat tepat. Pemerintah daerah memiliki wewenang untuk mengeluarkan (Perda) yang melarang atau membatasi peredaran dan konsumsi daging hewan yang tidak termasuk kategori pangan.

Beberapa daerah di Indonesia telah mulai menunjukkan komitmennya. Contohnya, Pemerintah Kota Surakarta (Solo) telah mengeluarkan larangan penjualan dan konsumsi daging anjing. Ini menunjukkan bahwa upaya regulasi di tingkat lokal sangat mungkin untuk dilakukan dan efektif.

Edukasi dan Penegakan Hukum

Penerapan regulasi harus diiringi dengan edukasi masif kepada masyarakat tentang bahaya konsumsi daging anjing dan kucing. Kesadaran akan risiko kesehatan dan etika akan mendorong perubahan perilaku.

Selain itu, penegakan yang tegas terhadap praktik perdagangan ilegal dan penyembelihan yang tidak higienis juga sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan organisasi perlindungan hewan dapat memperkuat upaya ini.

Insiden keracunan di Mamuju adalah peringatan keras bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Melarang konsumsi daging anjing dan kucing bukan hanya tentang hewan, tetapi juga tentang melindungi kita semua dari ancaman penyakit yang tak terlihat dan konsekuensi kesehatan yang serius.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • PS5 Pro Resmi Diperbarui: PSSR Bikin Visual Game Makin Tajam Gila-gilaan!

    PS5 Pro Resmi Diperbarui: PSSR Bikin Visual Game Makin Tajam Gila-gilaan!

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Dunia gaming kembali dibuat gempar dengan pengumuman terbaru dari Sony. Mereka secara resmi mulai menggulirkan pembaruan teknologi upscaling andalannya, PlayStation Spectral Super Resolution (PSSR), untuk sejumlah game di PlayStation 5 Pro. Langkah ini menandai era baru dalam kualitas visual game, menjanjikan pengalaman yang jauh lebih tajam dan imersif bagi para pemilik konsol high-end dari Sony […]

  • Petaka di Puncak Dako: Ditinggal Teman, 2 Pendaki Selamat dari Jurang Maut!

    Petaka di Puncak Dako: Ditinggal Teman, 2 Pendaki Selamat dari Jurang Maut!

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kabar mengejutkan datang dari lereng Gunung Dako di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Dua orang pendaki dilaporkan sempat hilang, memicu kepanikan dan operasi pencarian yang intens. Mereka tersesat setelah rombongan teman-teman mereka justru melanjutkan perjalanan ke puncak, meninggalkan keduanya di tengah belantara yang asing. Beruntung, kisah menegangkan ini berakhir bahagia. Kedua pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi […]

  • Terbongkar! Pesona Magis Tian Xiwei di ‘Where the Mask Ends’ Bikin Hati Meleleh!

    Terbongkar! Pesona Magis Tian Xiwei di ‘Where the Mask Ends’ Bikin Hati Meleleh!

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Setelah sukses besar dengan drama ‘Pursuit of Jade’ yang memukau jutaan pasang mata, aktris berbakat Tian Xiwei kini kembali siap menyihir penggemar. Kehadirannya dalam serial terbarunya, ‘Where the Mask Ends’, telah memicu gelombang antusiasme luar biasa di kalangan pecinta drama China. Kecantikan visualnya yang tak terbantahkan, dipadu dengan karisma alami, selalu berhasil mencuri perhatian setiap […]

  • MALIOBORO SEPI SAAT LEBARAN! Ada Apa di Jantung Wisata Yogyakarta?

    MALIOBORO SEPI SAAT LEBARAN! Ada Apa di Jantung Wisata Yogyakarta?

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Malioboro, nama yang tak asing bagi para pelancong, selalu identik dengan keriuhan, gemerlap lampu, dan hiruk-pikuk wisatawan dari berbagai penjuru. Namun, pemandangan berbeda justru menyelimuti ikon wisata Yogyakarta ini saat momen Lebaran tahun ini. Suasana yang biasanya dipenuhi tawa dan langkah kaki kini terasa lengang, memicu pertanyaan besar: ada apa dengan Malioboro? Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, […]

  • GEGER! Bitcoin Meroket Rp 1,2 Miliar: Efek Kejut Gencatan Senjata Trump!

    GEGER! Bitcoin Meroket Rp 1,2 Miliar: Efek Kejut Gencatan Senjata Trump!

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Dunia mata uang kripto kembali dihebohkan dengan lonjakan harga Bitcoin (BTC) yang signifikan. Aset digital paling populer ini melesat tajam, bahkan sempat menyentuh angka Rp 1,2 miliar per koin, memicu euforia di kalangan investor dan trader. Peningkatan dramatis ini tidak terjadi di ruang hampa. Pemicunya adalah pengumuman tak terduga dari Presiden Amerika Serikat saat itu, […]

  • Vietnam U-17 Siap Bikin Geger! ‘Enjoy’ Lawan Indonesia di Piala AFF U-17 2026?

    Vietnam U-17 Siap Bikin Geger! ‘Enjoy’ Lawan Indonesia di Piala AFF U-17 2026?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Piala AFF U-17 2026 menjanjikan pertarungan sengit antara talenta-talenta muda terbaik di Asia Tenggara. Salah satu laga yang paling dinantikan adalah pertemuan antara Timnas Indonesia U-17 dan Timnas Vietnam U-17 di fase grup yang krusial. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan poin, melainkan juga adu gengsi dan penentuan langkah awal menuju fase gugur. Menariknya, kubu Vietnam […]

expand_less