Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » WAH! DPR Geram: Makan Daging Anjing Bikin Keracunan, Ini Bahayanya!

WAH! DPR Geram: Makan Daging Anjing Bikin Keracunan, Ini Bahayanya!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus keracunan makanan kembali mengguncang masyarakat, kali ini menimpa tujuh warga di Mamuju setelah mengonsumsi daging anjing. Insiden tragis ini sontak memicu reaksi keras dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (), yang mendesak pemerintah daerah untuk segera mengatur dan bahkan melarang hewan non- demi menjaga .

Kejadian di Mamuju bukan sekadar insiden biasa, melainkan peringatan serius akan bahaya laten yang mengintai di balik daging hewan yang tidak lazim sebagai bahan pangan. menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan publik dari risiko yang tak terduga.

Menguak Insiden Keracunan Daging Anjing di Mamuju

Tujuh warga di Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap daging anjing. Meskipun detail mengenai kondisi korban tidak disebutkan secara spesifik dalam laporan awal, kejadian ini cukup untuk membangkitkan kekhawatiran publik dan legislator.

Gejala keracunan makanan bisa bervariasi mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam tinggi, tergantung pada jenis patogen atau racun yang terkandung dalam makanan. Kasus ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap sumber dan jenis makanan yang dikonsumsi.

DPR Desak Pemda Ambil Tindakan Tegas

Menyikapi insiden ini, Komisi IX RI, yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, secara lugas mendorong pemerintah daerah untuk mengeluarkan regulasi yang melarang atau membatasi konsumsi daging hewan non-konsumsi.

Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah terulangnya kasus serupa dan melindungi masyarakat dari potensi bahaya kesehatan yang lebih luas. “Kami mendesak Pemda agar segera mengatur larangan konsumsi daging anjing dan kucing demi ,” demikian bunyi imbauan dari DPR.

Landasan Hukum dan Kesehatan

Desakan DPR ini berlandaskan pada dua pilar utama: aspek dan kesejahteraan hewan. Secara , Indonesia memiliki Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Namun, celah seringkali muncul dalam regulasi spesifik untuk hewan non-ternak.

Konsumsi daging anjing dan kucing, yang tidak termasuk dalam kategori hewan ternak atau hewan konsumsi menurut regulasi pangan di Indonesia, memiliki risiko tinggi karena minimnya pengawasan dan standar kesehatan.

Bahaya Mengerikan di Balik Konsumsi Daging Anjing dan Kucing

Ada banyak alasan mengapa konsumsi daging anjing dan kucing sangat tidak dianjurkan, terutama dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Risiko Penularan Penyakit Zoonosis

Anjing dan kucing adalah inang bagi berbagai jenis penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Beberapa di antaranya sangat mematikan.

  • Rabies: Salah satu penyakit paling mematikan yang dapat menular melalui gigitan hewan terinfeksi, termasuk anjing. Mengonsumsi daging anjing yang terinfeksi berpotensi menularkan virus ini, meskipun jarang.
  • Parasit: Cacing pita (seperti Echinococcus dan Taenia) dan cacing gelang (seperti Toxocara canis) adalah parasit umum pada anjing. Konsumsi daging mentah atau kurang matang dapat menyebabkan infeksi serius pada manusia.
  • Bakteri: Berbagai bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter sering ditemukan pada daging yang tidak diolah dengan baik, terutama dari hewan yang tidak diperiksa kesehatannya. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan parah.

Kondisi Higienis yang Tidak Terkontrol

Proses penyembelihan dan pengolahan daging anjing dan kucing seringkali dilakukan secara ilegal dan tanpa pengawasan sanitasi yang memadai. Tempat pemotongan yang kotor, peralatan yang tidak steril, serta penanganan daging yang tidak higienis menjadi sarang kuman dan bakteri.

Tanpa standar kebersihan dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih, risiko kontaminasi silang dan penyebaran penyakit menjadi sangat tinggi. Ini berbeda jauh dengan rumah potong hewan (RPH) yang resmi dan diawasi ketat.

Potensi Kontaminasi Bahan Kimia dan Obat-obatan

Anjing dan kucing yang diperdagangkan untuk konsumsi seringkali berasal dari sumber yang tidak jelas, bahkan hasil pencurian. Hewan-hewan ini bisa saja terpapar racun, penyakit, atau diberikan obat-obatan yang tidak aman bagi konsumsi manusia.

Apabila hewan tersebut sakit dan diberi obat antibiotik atau obat lain, residu obat tersebut dapat menumpuk di dagingnya dan berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Ini menjadi ancaman tersembunyi yang sulit dideteksi.

Aspek Kesejahteraan Hewan dan Etika

Selain risiko kesehatan, praktik perdagangan dan konsumsi daging anjing dan kucing juga melanggar prinsip kesejahteraan hewan. Banyak laporan menunjukkan bahwa anjing dan kucing yang akan disembelih mengalami penyiksaan dan perlakuan kejam.

Penangkapan yang kasar, pengangkutan dalam kondisi yang menyedihkan, hingga metode penyembelihan yang sadis bukan hanya masalah etika, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas daging karena stres yang dialami hewan. Hewan yang stres dapat melepaskan hormon tertentu yang berpotensi memengaruhi dagingnya.

Peran Pemerintah Daerah dalam Menutup Celah Regulasi

Desakan Komisi IX agar pemerintah daerah mengatur larangan konsumsi daging anjing dan kucing adalah langkah yang sangat tepat. Pemerintah daerah memiliki wewenang untuk mengeluarkan peraturan daerah (Perda) yang melarang atau membatasi peredaran dan konsumsi daging hewan yang tidak termasuk kategori pangan.

Beberapa daerah di Indonesia telah mulai menunjukkan komitmennya. Contohnya, Pemerintah Kota Surakarta (Solo) telah mengeluarkan larangan penjualan dan konsumsi daging anjing. Ini menunjukkan bahwa upaya regulasi di tingkat lokal sangat mungkin untuk dilakukan dan efektif.

Edukasi dan Penegakan Hukum

Penerapan regulasi harus diiringi dengan edukasi masif kepada masyarakat tentang bahaya konsumsi daging anjing dan kucing. Kesadaran akan risiko kesehatan dan etika akan mendorong perubahan perilaku.

Selain itu, penegakan hukum yang tegas terhadap praktik perdagangan ilegal dan penyembelihan yang tidak higienis juga sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan organisasi perlindungan hewan dapat memperkuat upaya ini.

Insiden keracunan di Mamuju adalah peringatan keras bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Melarang konsumsi daging anjing dan kucing bukan hanya tentang hewan, tetapi juga tentang melindungi kita semua dari ancaman penyakit yang tak terlihat dan konsekuensi kesehatan yang serius.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Chivu Ledek Conte & Allegri di Tengah Pesta Scudetto Inter: Sindiran Paling Pedas Musim Ini?

    Chivu Ledek Conte & Allegri di Tengah Pesta Scudetto Inter: Sindiran Paling Pedas Musim Ini?

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Inter Milan semakin dekat dengan raihan gelar Scudetto ke-20 mereka, sebuah pencapaian yang bersejarah karena akan menyematkan bintang kedua di dada seragam mereka. Di tengah euforia yang memuncak ini, legenda klub Cristian Chivu tak ketinggalan menyumbangkan komentar. Namun, bukan sekadar ucapan selamat, Chivu justru melontarkan sindiran nakal yang mengarah langsung ke dua pelatih top Serie […]

  • Bikin Melongo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Dicecar Fans, FIFA Justru Bilang Ini…

    Bikin Melongo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Dicecar Fans, FIFA Justru Bilang Ini…

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Euforia menyambut Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kini dibayangi oleh gelombang kritik pedas. Para penggemar sepak bola di seluruh dunia mulai geram dan menyuarakan kekecewaan mereka terkait harga tiket yang dinilai terlalu tinggi, bahkan terkesan memeras. Kritikan ini bukan tanpa alasan, banyak yang merasa FIFA seolah […]

  • Pohuwato Bergejolak: Terkuak 4 Kesepakatan Penentu Nasib Penambang!

    Pohuwato Bergejolak: Terkuak 4 Kesepakatan Penentu Nasib Penambang!

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Pohuwato kembali menjadi sorotan publik setelah gelombang tuntutan dari masyarakat penambang memuncak. Setelah menyuarakan aspirasi di Markas Kepolisian Resor (Polres) dan Kantor Bupati, kini giliran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pohuwato menjadi tumpuan harapan. Aliansi masyarakat penambang tersebut menuntut solusi konkret atas berbagai persoalan yang selama ini membelit sektor pertambangan rakyat. Pertemuan bersejarah ini berhasil […]

  • Carlos Queiroz ke Ghana untuk Piala Dunia 2026? Terkuak Fakta Sebenarnya!

    Carlos Queiroz ke Ghana untuk Piala Dunia 2026? Terkuak Fakta Sebenarnya!

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sebuah kabar mengejutkan sempat beredar luas di jagat sepak bola internasional, mengklaim Timnas Ghana punya pelatih baru untuk Piala Dunia 2026. Disebutkan bahwa The Black Stars menunjuk sosok kawakan, Carlos Queiroz, untuk menukangi skuad mereka. Berita ini tentu menarik perhatian, mengingat rekam jejak Queiroz yang panjang dan malang melintang di berbagai tim nasional serta klub […]

  • Gempar! Korea Selatan Beri Peringatan Travel untuk Bali, Koster Jamin Keamanan Tetap Terjaga!

    Gempar! Korea Selatan Beri Peringatan Travel untuk Bali, Koster Jamin Keamanan Tetap Terjaga!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sebuah guncangan kecil melanda jagat pariwisata Bali ketika Korea Selatan mengeluarkan travel warning atau peringatan perjalanan bagi warganya yang hendak berkunjung ke Pulau Dewata. Kabar ini sontak memicu beragam spekulasi dan kekhawatiran, terutama mengingat Bali adalah salah satu destinasi wisata paling populer di dunia. Namun, Gubernur Bali saat itu, Wayan Koster, dengan cepat tampil untuk […]

  • Wow! Ini Dia Rahasia Rambut Berdimensi Alami Ala Cewek Prancis di 2026!

    Wow! Ini Dia Rahasia Rambut Berdimensi Alami Ala Cewek Prancis di 2026!

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Dunia kecantikan selalu bergerak, dan tren rambut pun tak ketinggalan dalam evolusinya. Bersiaplah menyambut tahun 2026 dengan gaya rambut yang memancarkan keindahan alami, namun tetap memiliki kedalaman dan karakter. Fokusnya kini beralih pada dimensi yang halus dan tampilan yang seolah tak berusaha, menggambarkan esensi kecantikan yang autentik dan effortless. “Tren warna rambut kini beralih ke […]

expand_less