Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » WAH! DPR Geram: Makan Daging Anjing Bikin Keracunan, Ini Bahayanya!

WAH! DPR Geram: Makan Daging Anjing Bikin Keracunan, Ini Bahayanya!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus keracunan makanan kembali mengguncang masyarakat, kali ini menimpa tujuh warga di Mamuju setelah mengonsumsi daging anjing. Insiden tragis ini sontak memicu reaksi keras dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang mendesak pemerintah daerah untuk segera mengatur dan bahkan melarang konsumsi hewan non-konsumsi demi menjaga .

Kejadian di Mamuju bukan sekadar insiden biasa, melainkan peringatan serius akan bahaya laten yang mengintai di balik konsumsi daging hewan yang tidak lazim sebagai bahan pangan. DPR menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan publik dari risiko yang tak terduga.

Menguak Insiden Keracunan Daging Anjing di Mamuju

Tujuh warga di Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap daging anjing. Meskipun detail mengenai kondisi korban tidak disebutkan secara spesifik dalam laporan awal, kejadian ini cukup untuk membangkitkan kekhawatiran publik dan legislator.

Gejala keracunan makanan bisa bervariasi mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam tinggi, tergantung pada jenis patogen atau racun yang terkandung dalam makanan. Kasus ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap sumber dan jenis makanan yang dikonsumsi.

DPR Desak Pemda Ambil Tindakan Tegas

Menyikapi insiden ini, Komisi IX , yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, secara lugas mendorong pemerintah daerah untuk mengeluarkan regulasi yang melarang atau membatasi konsumsi daging hewan non-konsumsi.

Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah terulangnya kasus serupa dan melindungi masyarakat dari potensi bahaya kesehatan yang lebih luas. “Kami mendesak Pemda agar segera mengatur larangan konsumsi daging anjing dan kucing demi ,” demikian bunyi imbauan dari DPR.

Landasan Hukum dan Kesehatan

Desakan DPR ini berlandaskan pada dua pilar utama: aspek dan kesejahteraan hewan. Secara hukum, memiliki Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Namun, celah hukum seringkali muncul dalam regulasi spesifik untuk hewan non-ternak.

Konsumsi daging anjing dan kucing, yang tidak termasuk dalam kategori hewan ternak atau hewan konsumsi menurut regulasi pangan di , memiliki risiko tinggi karena minimnya pengawasan dan standar kesehatan.

Bahaya Mengerikan di Balik Konsumsi Daging Anjing dan Kucing

Ada banyak alasan mengapa konsumsi daging anjing dan kucing sangat tidak dianjurkan, terutama dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Risiko Penularan Penyakit Zoonosis

Anjing dan kucing adalah inang bagi berbagai jenis penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Beberapa di antaranya sangat mematikan.

  • Rabies: Salah satu penyakit paling mematikan yang dapat menular melalui gigitan hewan terinfeksi, termasuk anjing. Mengonsumsi daging anjing yang terinfeksi berpotensi menularkan virus ini, meskipun jarang.
  • Parasit: Cacing pita (seperti Echinococcus dan Taenia) dan cacing gelang (seperti Toxocara canis) adalah parasit umum pada anjing. Konsumsi daging mentah atau kurang matang dapat menyebabkan infeksi serius pada manusia.
  • Bakteri: Berbagai bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter sering ditemukan pada daging yang tidak diolah dengan baik, terutama dari hewan yang tidak diperiksa kesehatannya. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan parah.

Kondisi Higienis yang Tidak Terkontrol

Proses penyembelihan dan pengolahan daging anjing dan kucing seringkali dilakukan secara ilegal dan tanpa pengawasan sanitasi yang memadai. Tempat pemotongan yang kotor, peralatan yang tidak steril, serta penanganan daging yang tidak higienis menjadi sarang kuman dan bakteri.

Tanpa standar kebersihan dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih, risiko kontaminasi silang dan penyebaran penyakit menjadi sangat tinggi. Ini berbeda jauh dengan rumah potong hewan (RPH) yang resmi dan diawasi ketat.

Potensi Kontaminasi Bahan Kimia dan Obat-obatan

Anjing dan kucing yang diperdagangkan untuk konsumsi seringkali berasal dari sumber yang tidak jelas, bahkan hasil pencurian. Hewan-hewan ini bisa saja terpapar racun, penyakit, atau diberikan obat-obatan yang tidak aman bagi konsumsi manusia.

Apabila hewan tersebut sakit dan diberi obat antibiotik atau obat lain, residu obat tersebut dapat menumpuk di dagingnya dan berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Ini menjadi ancaman tersembunyi yang sulit dideteksi.

Aspek Kesejahteraan Hewan dan Etika

Selain risiko kesehatan, praktik perdagangan dan konsumsi daging anjing dan kucing juga melanggar prinsip kesejahteraan hewan. Banyak laporan menunjukkan bahwa anjing dan kucing yang akan disembelih mengalami penyiksaan dan perlakuan kejam.

Penangkapan yang kasar, pengangkutan dalam kondisi yang menyedihkan, hingga metode penyembelihan yang sadis bukan hanya masalah etika, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas daging karena stres yang dialami hewan. Hewan yang stres dapat melepaskan hormon tertentu yang berpotensi memengaruhi dagingnya.

Peran Pemerintah Daerah dalam Menutup Celah Regulasi

Desakan Komisi IX agar pemerintah daerah mengatur larangan konsumsi daging anjing dan kucing adalah langkah yang sangat tepat. Pemerintah daerah memiliki wewenang untuk mengeluarkan peraturan daerah (Perda) yang melarang atau membatasi peredaran dan konsumsi daging hewan yang tidak termasuk kategori pangan.

Beberapa daerah di telah mulai menunjukkan komitmennya. Contohnya, Pemerintah Kota Surakarta (Solo) telah mengeluarkan larangan penjualan dan konsumsi daging anjing. Ini menunjukkan bahwa upaya regulasi di tingkat lokal sangat mungkin untuk dilakukan dan efektif.

Edukasi dan Penegakan Hukum

Penerapan regulasi harus diiringi dengan edukasi masif kepada masyarakat tentang bahaya konsumsi daging anjing dan kucing. Kesadaran akan risiko kesehatan dan etika akan mendorong perubahan perilaku.

Selain itu, penegakan hukum yang tegas terhadap praktik perdagangan ilegal dan penyembelihan yang tidak higienis juga sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan organisasi perlindungan hewan dapat memperkuat upaya ini.

Insiden keracunan di Mamuju adalah peringatan keras bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Melarang konsumsi daging anjing dan kucing bukan hanya tentang hewan, tetapi juga tentang melindungi kita semua dari ancaman penyakit yang tak terlihat dan konsekuensi kesehatan yang serius.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • TERNYATA HIDUP! Spesies ‘Punah’ 6 Milenium Ditemukan Kembali di Hutan Papua!

    TERNYATA HIDUP! Spesies ‘Punah’ 6 Milenium Ditemukan Kembali di Hutan Papua!

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Penemuan yang Mengguncang Dunia Konservasi Kabar sensasional mengguncang dunia ilmiah dan konservasi, datang dari hutan hujan Semenanjung Vogelkop yang terpencil di Papua Nugini. Sebuah ekspedisi berani berhasil mengabadikan keberadaan spesies yang selama ini disangka telah punah dari muka bumi selama sekitar 6.000 tahun, sebuah periode waktu yang menakjubkan. Penemuan luar biasa ini bukan sekadar tambahan […]

  • TERKUAK! Game Rahasia di DM TikTok Bikin Seru Mabar Bareng Teman, Begini Cara Mainnya!

    TERKUAK! Game Rahasia di DM TikTok Bikin Seru Mabar Bareng Teman, Begini Cara Mainnya!

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 6
    • 0Komentar

    TikTok, platform media sosial yang dikenal dengan video pendek kreatifnya, kini diam-diam menyematkan kejutan menarik bagi para penggunanya. Sebuah game tersembunyi telah ditemukan di fitur Direct Message (DM) aplikasi ini, menawarkan cara baru dan interaktif untuk bersenang-senang dengan teman. Fitur ini menandai langkah TikTok dalam memperkaya pengalaman pengguna di luar sekadar menonton dan membuat konten. […]

  • Misteri Serangan Iran di Dubai: Benarkah Pesawat Terbesar Dunia Rusak?

    Misteri Serangan Iran di Dubai: Benarkah Pesawat Terbesar Dunia Rusak?

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Dunia penerbangan selalu penuh dengan dinamika, mulai dari inovasi teknologi hingga insiden tak terduga. Namun, terkadang, informasi yang beredar dapat menimbulkan kebingungan dan spekulasi. Salah satu klaim yang sempat menarik perhatian adalah laporan mengenai kerusakan pesawat di Bandara Dubai akibat serangan. Sebuah pernyataan awal yang singkat menyebutkan adanya insiden yang melibatkan maskapai besar. Klaim Mengejutkan: […]

  • TERKUAK! Raja Tambang Samin Tan Terseret Korupsi, Ada Apa di Balik PT AKT?

    TERKUAK! Raja Tambang Samin Tan Terseret Korupsi, Ada Apa di Balik PT AKT?

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Dunia pertambangan Indonesia kembali digegerkan oleh kabar penetapan tersangka terhadap salah satu tokoh besar, Samin Tan. Pendiri dan pemegang saham mayoritas PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk ini, resmi menjadi target penyelidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi. Kasus yang menyeret nama konglomerat berjuluk ‘Raja Batubara’ ini berpusat pada pengelolaan tambang PT Asmin […]

  • Bupati Saipul: Terima Kasih, Desa Londoun! Sinergi Kuat Wujudkan Pohuwato Gemilang di HUT ke-82

    Bupati Saipul: Terima Kasih, Desa Londoun! Sinergi Kuat Wujudkan Pohuwato Gemilang di HUT ke-82

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Kinanti Kirana
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Desa Londoun, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, baru-baru ini merayakan hari jadinya yang ke-82 dengan penuh semarak. Acara bersejarah ini menjadi momen refleksi sekaligus proyeksi masa depan bagi seluruh elemen masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Pohuwato, Bupati Saipul A. Mbuinga, didampingi Camat Popayato Timur, menambah kehikmatan dan semangat perayaan. Momen ini bukan hanya sekadar […]

  • Terungkap! Detik-Detik Ngurah Rai ‘Hidup Kembali’ Setelah Bali Mati Suri Selama Nyepi!

    Terungkap! Detik-Detik Ngurah Rai ‘Hidup Kembali’ Setelah Bali Mati Suri Selama Nyepi!

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Setelah 24 jam lamanya tenggelam dalam keheningan total, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali akhirnya kembali membuka gerbangnya. Kehidupan berangsur normal, ditandai dengan deru mesin pesawat yang kembali memecah kesunyian. Pembukaan kembali operasional bandara ini menjadi penanda berakhirnya Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946. Seluruh aktivitas penerbangan, baik domestik maupun internasional, kini […]

expand_less