Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » HEBOH! DPR Berang, Unissula Dikecam Keras karena Coba ‘Damai’kan Kasus Kekerasan Seksual!

HEBOH! DPR Berang, Unissula Dikecam Keras karena Coba ‘Damai’kan Kasus Kekerasan Seksual!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus kembali mencuat, kali ini melibatkan institusi tinggi Unissula, dan memicu reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, secara tegas menyoroti upaya mediasi yang diduga dilakukan oleh pihak universitas.

Hadrian menekankan bahwa penanganan kasus harus dilakukan secara serius dan mengedepankan perlindungan korban. Sikap Komisi X DPR ini jelas menunjukkan ketidaksepakatan terhadap penyelesaian kasus melalui jalur mediasi, yang dianggap sangat bermasalah dalam konteks ini.

Skandal Unissula dan Sorotan Komisi X DPR

Pernyataan Lalu Hadrian menjadi lampu merah bagi institusi yang berupaya menyelesaikan kasus di balik layar. Ia dengan gamblang menyatakan bahwa Komisi X DPR tidak sepakat dengan upaya Unissula untuk mendamaikan kasus seksual yang terjadi di kampus.

Sikap DPR ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh prinsip perlindungan korban dan penegakan keadilan yang menjadi fondasi dalam penanganan kasus kekusasaan. Lalu Hadrian juga menyoroti bagaimana institusi harus menjadi tempat aman, bukan justru abai terhadap penderitaan korbannya.

Mengapa Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Sangat Dilarang?

Dalam kasus kekerasan seksual, mediasi seringkali menjadi jalan buntu yang justru merugikan korban dan melemahkan proses hukum. Banyak ahli hukum dan psikolog sepakat bahwa mediasi tidak relevan dan bahkan berbahaya dalam konteks ini karena ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban.

Upaya mediasi seringkali menciptakan tekanan bagi korban untuk “berdamai” atau “memaafkan”, yang justru menghambat pemulihan dan menghalangi tercapainya keadilan sejati. Hal ini bertentangan dengan semangat undang-undang yang ada.

Perlindungan Korban adalah Prioritas Utama

Korban kekerasan seksual membutuhkan perlindungan, dukungan, dan keadilan, bukan negosiasi atau kompromi yang bisa memperparah trauma. Proses mediasi dapat membahayakan korban dan merusak integritas kasus.

  • Trauma mendalam: Mediasi dapat memicu trauma ulang bagi korban, memaksa mereka berhadapan langsung dengan pelaku atau pengingat insiden.
  • Ketidakseimbangan kekuatan: Pelaku dan korban seringkali berada dalam posisi yang tidak setara, sehingga mediasi tidak akan pernah berjalan adil.
  • Potensi reviktimisasi: Upaya damai seringkali berujung pada korban yang merasa tidak didengar atau malah disalahkan, memperparah rasa sakit mereka.

Landasan Hukum Jelas: UU TPKS dan Permendikbudristek PPKS

Di Indonesia, kerangka hukum telah sangat jelas melarang mediasi dalam kasus kekerasan seksual. Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah menggariskan bahwa kasus-kasus ini harus ditangani melalui jalur hukum yang tegas.

Selain itu, Peraturan Menteri , Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi secara eksplisit melarang penyelesaian kasus melalui mediasi atau bentuk perdamaian lainnya. Permen ini mewajibkan perguruan tinggi untuk menindaklanjuti setiap laporan kekerasan seksual sesuai prosedur yang baku dan berpihak pada korban.

Tanggung Jawab Institusi Pendidikan: Lebih dari Sekadar Belajar

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menciptakan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Kampus bukan hanya tempat belajar, melainkan juga wadah pembentukan karakter dan moralitas yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Keberadaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di setiap perguruan tinggi, sebagaimana diamanatkan Permendikbudristek PPKS, menjadi kunci. Satgas ini bertugas menerima laporan, melakukan investigasi, hingga merekomendasikan , tanpa ruang untuk upaya damai yang melanggar hukum.

Konsekuensi Hukum dan Moral bagi Pelanggar

Institusi pendidikan yang gagal menindaklanjuti kasus kekerasan seksual atau mencoba melakukan mediasi ilegal, dapat menghadapi berbagai konsekuensi. Ini termasuk administratif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hingga potensi masalah hukum.

Lebih dari itu, reputasi institusi akan tercoreng parah di mata publik, mahasiswa, dan calon mahasiswa. Kepercayaan terhadap kampus sebagai tempat yang aman akan runtuh, dan hal ini dapat berdampak jangka panjang pada keberlangsungan dan citra perguruan tinggi tersebut.

Sikap Komisi X DPR terhadap kasus Unissula ini menjadi pengingat tegas bagi seluruh institusi pendidikan di Indonesia. Penanganan kasus kekerasan seksual harus selalu didasarkan pada prinsip keadilan, perlindungan korban, dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. Tidak ada ruang untuk kompromi atau mediasi yang justru mengkhianati kepercayaan korban dan merusak tatanan hukum.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Berani Bela Anak, Peltu TNI Dikeroyok Brutal: Pelajaran Penting Etika Publik!

    Berani Bela Anak, Peltu TNI Dikeroyok Brutal: Pelajaran Penting Etika Publik!

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Stasiun Depok Baru, Jawa Barat, menyoroti garis tipis antara kepedulian publik dan risiko pribadi. Kejadian ini melibatkan seorang anggota TNI AD yang berani membela seorang anak kecil yang diduga diperlakukan kasar. Namun, tindakan heroiknya justru berujung pada pengeroyokan brutal oleh sejumlah individu, memicu diskusi luas tentang etika sosial, perlindungan anak, dan […]

  • EDAN! INTER MILAN ‘COMEBACK GILA’ ke Final Coppa Italia: Drama Derby Terpanas!

    EDAN! INTER MILAN ‘COMEBACK GILA’ ke Final Coppa Italia: Drama Derby Terpanas!

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Inter Milan sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah tim dengan mental baja, mampu bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan lawan bebuyutan mereka, AC Milan, dalam laga semifinal Coppa Italia yang mendebarkan. Kemenangan epik ini tidak hanya mengamankan tiket ke final, tetapi juga menunjukkan karakter Nerazzurri yang tak pernah menyerah. Atmosfer Derby della Madonnina kali ini benar-benar […]

  • Revolusi Digital Pendidikan Indonesia: Aplikasi Super Ini Guncang Dunia!

    Revolusi Digital Pendidikan Indonesia: Aplikasi Super Ini Guncang Dunia!

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Transformasi digital telah menjadi keniscayaan di berbagai sektor, tak terkecuali pendidikan. Di tengah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan di Indonesia, muncul sebuah inisiatif ambisius yang berhasil mencuri perhatian global: Super Aplikasi Rumah Pendidikan. Platform inovatif ini hadir sebagai jawaban komprehensif, mengintegrasikan lebih dari 950 layanan pendidikan dalam satu genggaman. Tujuannya jelas, yakni […]

  • Zelda Live-Action: Syuting Kelar! Siap Hancurkan Kutukan Film Game di 2027?

    Zelda Live-Action: Syuting Kelar! Siap Hancurkan Kutukan Film Game di 2027?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Kabar gembira datang dari dunia Hyrule! Proses syuting film live-action The Legend of Zelda dilaporkan telah rampung. Pengumuman ini sontak memicu gelombang antisipasi masif di kalangan penggemar global, menandai satu langkah krusial menuju penayangan perdananya yang dijadwalkan pada 7 Mei 2027. Berita ini, meskipun singkat, membawa bobot besar bagi proyek adaptasi salah satu waralaba video […]

  • Terkuak! Detik-detik Horor Pilot F-15E Melontar Diri: Trauma Fisik dan Jiwa!

    Terkuak! Detik-detik Horor Pilot F-15E Melontar Diri: Trauma Fisik dan Jiwa!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jet tempur F-15E Strike Eagle adalah mesin perang canggih yang dirancang untuk dominasi udara dan serangan presisi. Namun, di balik kecanggihannya, terdapat satu komponen krusial yang menjadi harapan terakhir bagi nyawa pilot: kursi lontar. Ketika terjadi kegagalan fatal, kursi ini bukan sekadar alat penyelamat, melainkan gerbang menuju pengalaman yang bisa disebut sebagai ‘siksaan’ sesungguhnya. Proses […]

  • GILA! 8.000 Nasi Kucing GRATIS di Malioboro LUDES dalam 30 Menit, Ada Apa Ini?

    GILA! 8.000 Nasi Kucing GRATIS di Malioboro LUDES dalam 30 Menit, Ada Apa Ini?

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Malioboro, jantung kota Yogyakarta yang selalu ramai, baru-baru ini menjadi saksi bisu sebuah fenomena luar biasa. Dalam hitungan menit, ribuan porsi makanan ikonik ludes diserbu warga dan wisatawan. Peristiwa langka ini terjadi bertepatan dengan momen istimewa, ulang tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X yang ke-80. Sebuah perayaan yang tak hanya sakral, namun juga penuh dengan […]

expand_less