Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » HEBOH! DPR Berang, Unissula Dikecam Keras karena Coba ‘Damai’kan Kasus Kekerasan Seksual!

HEBOH! DPR Berang, Unissula Dikecam Keras karena Coba ‘Damai’kan Kasus Kekerasan Seksual!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus seksual kembali mencuat, kali ini melibatkan institusi tinggi Unissula, dan memicu reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, secara tegas menyoroti upaya mediasi yang diduga dilakukan oleh pihak universitas.

Hadrian menekankan bahwa penanganan kasus seksual harus dilakukan secara serius dan mengedepankan perlindungan korban. Sikap Komisi X DPR ini jelas menunjukkan ketidaksepakatan terhadap penyelesaian kasus melalui jalur mediasi, yang dianggap sangat bermasalah dalam konteks ini.

Skandal Unissula dan Sorotan Komisi X DPR

Pernyataan Lalu Hadrian menjadi lampu merah bagi institusi yang berupaya menyelesaikan kasus seksual di balik layar. Ia dengan gamblang menyatakan bahwa Komisi X DPR tidak sepakat dengan upaya Unissula untuk mendamaikan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.

Sikap DPR ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh prinsip perlindungan korban dan penegakan keadilan yang menjadi fondasi dalam penanganan kasus kekusasaan. Lalu Hadrian juga menyoroti bagaimana institusi harus menjadi tempat aman, bukan justru abai terhadap penderitaan korbannya.

Mengapa Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Sangat Dilarang?

Dalam kasus kekerasan seksual, mediasi seringkali menjadi jalan buntu yang justru merugikan korban dan melemahkan proses . Banyak ahli dan psikolog sepakat bahwa mediasi tidak relevan dan bahkan berbahaya dalam konteks ini karena ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban.

Upaya mediasi seringkali menciptakan tekanan bagi korban untuk “berdamai” atau “memaafkan”, yang justru menghambat pemulihan dan menghalangi tercapainya keadilan sejati. Hal ini bertentangan dengan semangat undang-undang yang ada.

Perlindungan Korban adalah Prioritas Utama

Korban kekerasan seksual membutuhkan perlindungan, dukungan, dan keadilan, bukan negosiasi atau kompromi yang bisa memperparah trauma. Proses mediasi dapat membahayakan korban dan merusak integritas kasus.

  • Trauma mendalam: Mediasi dapat memicu trauma ulang bagi korban, memaksa mereka berhadapan langsung dengan pelaku atau pengingat insiden.
  • Ketidakseimbangan kekuatan: Pelaku dan korban seringkali berada dalam posisi yang tidak setara, sehingga mediasi tidak akan pernah berjalan adil.
  • Potensi reviktimisasi: Upaya damai seringkali berujung pada korban yang merasa tidak didengar atau malah disalahkan, memperparah rasa sakit mereka.

Landasan Hukum Jelas: UU TPKS dan Permendikbudristek PPKS

Di Indonesia, kerangka telah sangat jelas melarang mediasi dalam kasus kekerasan seksual. Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah menggariskan bahwa kasus-kasus ini harus ditangani melalui jalur hukum yang tegas.

Selain itu, Peraturan Menteri , Kebudayaan, Riset, dan (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi secara eksplisit melarang penyelesaian kasus melalui mediasi atau bentuk perdamaian lainnya. Permen ini mewajibkan perguruan tinggi untuk menindaklanjuti setiap laporan kekerasan seksual sesuai prosedur yang baku dan berpihak pada korban.

Tanggung Jawab Institusi Pendidikan: Lebih dari Sekadar Belajar

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Kampus bukan hanya tempat belajar, melainkan juga wadah pembentukan karakter dan moralitas yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Keberadaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di setiap perguruan tinggi, sebagaimana diamanatkan Permendikbudristek PPKS, menjadi kunci. Satgas ini bertugas menerima laporan, melakukan investigasi, hingga merekomendasikan , tanpa ruang untuk upaya damai yang melanggar hukum.

Konsekuensi Hukum dan Moral bagi Pelanggar

Institusi pendidikan yang gagal menindaklanjuti kasus kekerasan seksual atau mencoba melakukan mediasi ilegal, dapat menghadapi berbagai konsekuensi. Ini termasuk administratif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hingga potensi masalah hukum.

Lebih dari itu, reputasi institusi akan tercoreng parah di mata publik, mahasiswa, dan calon mahasiswa. Kepercayaan terhadap kampus sebagai tempat yang aman akan runtuh, dan hal ini dapat berdampak jangka panjang pada keberlangsungan dan citra perguruan tinggi tersebut.

Sikap Komisi X DPR terhadap kasus Unissula ini menjadi pengingat tegas bagi seluruh institusi pendidikan di Indonesia. Penanganan kasus kekerasan seksual harus selalu didasarkan pada prinsip keadilan, perlindungan korban, dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. Tidak ada ruang untuk kompromi atau mediasi yang justru mengkhianati kepercayaan korban dan merusak tatanan hukum.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Bocor! Rahasia Liburan Anti-Ribet Tahun 2026 Terungkap: Siap-siap Dengan BookCabin!

    Bocor! Rahasia Liburan Anti-Ribet Tahun 2026 Terungkap: Siap-siap Dengan BookCabin!

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda merasa pusing mengatur rencana liburan? Memesan tiket pesawat, mencari hotel, mengatur transportasi lokal, hingga merencanakan aktivitas bisa menjadi proses yang memakan waktu dan melelahkan. Namun, bayangkan jika semua itu bisa diakses hanya dengan satu sentuhan. Kabar gembira datang dari industri pariwisata! Sebuah platform revolusioner bernama BookCabin siap mengubah total cara kita berlibur mulai […]

  • Bongkar Rahasia Maghfirah Ramadan: Ketua DPRD Boalemo Ungkap Kunci Pengampunan!

    Bongkar Rahasia Maghfirah Ramadan: Ketua DPRD Boalemo Ungkap Kunci Pengampunan!

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Bulan suci Ramadan adalah anugerah terbesar bagi umat Muslim di seluruh dunia, sebuah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan meraih berbagai keberkahan. Tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, Ramadan terbagi dalam tiga fase utama yang masing-masing memiliki keutamaan tersendiri. Memahami dan mengoptimalkan setiap fase adalah kunci meraih kesempurnaan ibadah di bulan […]

  • HEBOH Pontianak! Detik-Detik Remaja Dikeroyok Sadis di Hotel, Ini Fakta dan Dampaknya!

    HEBOH Pontianak! Detik-Detik Remaja Dikeroyok Sadis di Hotel, Ini Fakta dan Dampaknya!

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Kasus pengeroyokan yang menimpa seorang remaja di kamar hotel di kawasan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, telah menggemparkan publik. Video aksi brutal tersebut viral di berbagai platform media sosial, memicu gelombang kemarahan dan desakan agar pelaku segera ditindak. Insiden ini menjadi pengingat pahit akan realitas kekerasan yang bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang […]

  • TERKUAK! Zulhas Pastikan RI Mandiri Pangan, Tak Bergantung Timur Tengah! Ini Rahasianya!

    TERKUAK! Zulhas Pastikan RI Mandiri Pangan, Tak Bergantung Timur Tengah! Ini Rahasianya!

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas yang menenangkan publik. Beliau memastikan bahwa Indonesia tidak memiliki ketergantungan pasokan pangan dari negara-negara di Timur Tengah. Pernyataan ini bukan sekadar klaim, melainkan cerminan dari strategi ketahanan pangan nasional yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Ini memberikan gambaran jelas tentang posisi […]

  • EPL Membara! Mengungkap Ujian Terberat Man City & Arsenal Jelang Garis Finis!

    EPL Membara! Mengungkap Ujian Terberat Man City & Arsenal Jelang Garis Finis!

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Perebutan mahkota Liga Primer Inggris musim ini memasuki fase krusial. Dengan hanya beberapa pertandingan tersisa, Manchester City dan Arsenal kini kembali berada di titik yang setara, membuat persaingan juara semakin memanas dan tak terduga. Setiap poin menjadi sangat berharga, dan setiap pertandingan bagaikan final. Tekanan mentalitas, kebugaran pemain, serta strategi pelatih akan diuji habis-habisan di […]

  • Target 5% Gagal Total? Minyak Dunia Bikin Ekonomi RI Terancam Loyo!

    Target 5% Gagal Total? Minyak Dunia Bikin Ekonomi RI Terancam Loyo!

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Harga minyak dunia yang terus bergejolak menjadi momok serius bagi perekonomian berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Kenaikan harga komoditas energi vital ini berpotensi besar menghambat laju pertumbuhan ekonomi yang telah dicanangkan. Para analis dan ekonom bahkan memperingatkan, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tak tembus level 5% jika harga minyak dunia bertahan tinggi dalam jangka waktu lama.” […]

expand_less