Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » HEBOH! DPR Berang, Unissula Dikecam Keras karena Coba ‘Damai’kan Kasus Kekerasan Seksual!

HEBOH! DPR Berang, Unissula Dikecam Keras karena Coba ‘Damai’kan Kasus Kekerasan Seksual!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus seksual kembali mencuat, kali ini melibatkan institusi pendidikan tinggi Unissula, dan memicu reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat (). Wakil Ketua Komisi X , Lalu Hadrian, secara tegas menyoroti upaya mediasi yang diduga dilakukan oleh pihak universitas.

Hadrian menekankan bahwa penanganan kasus seksual harus dilakukan secara serius dan mengedepankan perlindungan korban. Sikap Komisi X ini jelas menunjukkan ketidaksepakatan terhadap penyelesaian kasus melalui jalur mediasi, yang dianggap sangat bermasalah dalam konteks ini.

Skandal Unissula dan Sorotan Komisi X DPR

Pernyataan Lalu Hadrian menjadi lampu merah bagi institusi pendidikan yang berupaya menyelesaikan kasus seksual di balik layar. Ia dengan gamblang menyatakan bahwa Komisi X DPR tidak sepakat dengan upaya Unissula untuk mendamaikan kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus.

Sikap DPR ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh prinsip perlindungan korban dan penegakan keadilan yang menjadi fondasi dalam penanganan kasus kekusasaan. Lalu Hadrian juga menyoroti bagaimana institusi harus menjadi tempat aman, bukan justru abai terhadap penderitaan korbannya.

Mengapa Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Sangat Dilarang?

Dalam kasus kekerasan seksual, mediasi seringkali menjadi jalan buntu yang justru merugikan korban dan melemahkan proses hukum. Banyak ahli hukum dan psikolog sepakat bahwa mediasi tidak relevan dan bahkan berbahaya dalam konteks ini karena ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban.

Upaya mediasi seringkali menciptakan tekanan bagi korban untuk “berdamai” atau “memaafkan”, yang justru menghambat pemulihan dan menghalangi tercapainya keadilan sejati. Hal ini bertentangan dengan semangat undang-undang yang ada.

Perlindungan Korban adalah Prioritas Utama

Korban kekerasan seksual membutuhkan perlindungan, dukungan, dan keadilan, bukan negosiasi atau kompromi yang bisa memperparah trauma. Proses mediasi dapat membahayakan korban dan merusak integritas kasus.

  • Trauma mendalam: Mediasi dapat memicu trauma ulang bagi korban, memaksa mereka berhadapan langsung dengan pelaku atau pengingat insiden.
  • Ketidakseimbangan kekuatan: Pelaku dan korban seringkali berada dalam posisi yang tidak setara, sehingga mediasi tidak akan pernah berjalan adil.
  • Potensi reviktimisasi: Upaya damai seringkali berujung pada korban yang merasa tidak didengar atau malah disalahkan, memperparah rasa sakit mereka.

Landasan Hukum Jelas: UU TPKS dan Permendikbudristek PPKS

Di , kerangka hukum telah sangat jelas melarang mediasi dalam kasus kekerasan seksual. Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah menggariskan bahwa kasus-kasus ini harus ditangani melalui jalur hukum yang tegas.

Selain itu, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi secara eksplisit melarang penyelesaian kasus melalui mediasi atau bentuk perdamaian lainnya. Permen ini mewajibkan perguruan tinggi untuk menindaklanjuti setiap laporan kekerasan seksual sesuai prosedur yang baku dan berpihak pada korban.

Tanggung Jawab Institusi Pendidikan: Lebih dari Sekadar Belajar

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menciptakan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Kampus bukan hanya tempat belajar, melainkan juga wadah pembentukan karakter dan moralitas yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Keberadaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di setiap perguruan tinggi, sebagaimana diamanatkan Permendikbudristek PPKS, menjadi kunci. Satgas ini bertugas menerima laporan, melakukan investigasi, hingga merekomendasikan sanksi, tanpa ruang untuk upaya damai yang melanggar hukum.

Konsekuensi Hukum dan Moral bagi Pelanggar

Institusi pendidikan yang gagal menindaklanjuti kasus kekerasan seksual atau mencoba melakukan mediasi ilegal, dapat menghadapi berbagai konsekuensi. Ini termasuk sanksi administratif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hingga potensi masalah hukum.

Lebih dari itu, reputasi institusi akan tercoreng parah di mata publik, mahasiswa, dan calon mahasiswa. Kepercayaan terhadap kampus sebagai tempat yang aman akan runtuh, dan hal ini dapat berdampak jangka panjang pada keberlangsungan dan citra perguruan tinggi tersebut.

Sikap Komisi X DPR terhadap kasus Unissula ini menjadi pengingat tegas bagi seluruh institusi pendidikan di . Penanganan kasus kekerasan seksual harus selalu didasarkan pada prinsip keadilan, perlindungan korban, dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. Tidak ada ruang untuk kompromi atau mediasi yang justru mengkhianati kepercayaan korban dan merusak tatanan hukum.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • NASA Bikin Sejarah! 4 Astronaut Meluncur ke Orbit Bulan, Misi Artemis II Pecahkan Era Apollo!

    NASA Bikin Sejarah! 4 Astronaut Meluncur ke Orbit Bulan, Misi Artemis II Pecahkan Era Apollo!

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Setelah puluhan tahun lamanya, mimpi manusia untuk kembali mengelilingi Bulan akan segera terwujud. NASA dengan bangga mempersiapkan misi bersejarahnya, Artemis II, yang akan mengirimkan empat astronaut pemberani menuju orbit Bulan. Misi ini bukan sekadar penerbangan biasa; ini adalah babak baru eksplorasi antariksa berawak pertama sejak era legendaris Apollo. Seluruh dunia menantikan momen ketika kapsul Orion […]

  • Zayyan XODIAC: Idulfitri Penuh Makna di Korea, Bikin Hati K-Popers Meleleh!

    Zayyan XODIAC: Idulfitri Penuh Makna di Korea, Bikin Hati K-Popers Meleleh!

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Idol K-Pop asal Indonesia, Muhammad Zayyan, kembali menjadi sorotan publik saat merayakan momen Idulfitri di Korea Selatan. Perayaan ini bukan hanya sekadar acara keagamaan biasa, melainkan sebuah jembatan budaya yang mengharukan bagi para penggemarnya di seluruh dunia. Zayyan, anggota grup XODIAC, berhasil menarik perhatian dengan potret dirinya yang menunjukkan kehangatan dan kesederhanaan, meskipun jauh dari […]

  • KESEMPATAN EMAS! Dubai Miracle Garden GRATISKAN Tiket Saat Idulfitri, Cek Tanggalnya!

    KESEMPATAN EMAS! Dubai Miracle Garden GRATISKAN Tiket Saat Idulfitri, Cek Tanggalnya!

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Bagi Anda yang merencanakan liburan istimewa saat Idulfitri, ada kabar gembira dari salah satu destinasi paling memukau di dunia. Dubai Miracle Garden, taman bunga terbesar di dunia, menawarkan promo luar biasa yang tak boleh dilewatkan. Ini adalah kesempatan emas untuk merasakan keindahan bunga-bunga tanpa biaya masuk! Promo spesial ini hadir sebagai wujud kemurahan hati dan […]

  • Bukan Hanya Anda! Astronaut Artemis 2 Juga Kesal Aplikasi Error, Padahal Menuju Bulan!

    Bukan Hanya Anda! Astronaut Artemis 2 Juga Kesal Aplikasi Error, Padahal Menuju Bulan!

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Misi Artemis 2, yang digadang-gadang menjadi langkah monumental manusia kembali ke Bulan, ternyata tidak luput dari drama teknologi yang sangat kita kenal di Bumi. Bayangkan, para astronaut elite yang berlatih keras untuk perjalanan luar ang angkasa justru dibuat pusing oleh masalah IT paling sepele: Microsoft Outlook yang tidak bisa diakses. Kabar ini mungkin terdengar menggelikan, […]

  • TERUNGKAP! Wajah Ganda TMII Saat Idulfitri: Dari Masjid Raksasa Hingga Surga Rekreasi!

    TERUNGKAP! Wajah Ganda TMII Saat Idulfitri: Dari Masjid Raksasa Hingga Surga Rekreasi!

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Setiap tahunnya, momen Idulfitri selalu membawa cerita unik, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi salah satu saksi bisu perayaan akbar ini. Ikon budaya dan edukasi ini seolah menunjukkan “wajah ganda” yang memukau. Di satu sisi, TMII bertransformasi menjadi area salat Id yang megah dan penuh kekhusyukan. Di sisi lain, tak lama berselang, tempat ini […]

  • 17 Tahun Penantian Berakhir! Kelahiran Bayi Yong-jun, Momen Haru Satu Desa!

    17 Tahun Penantian Berakhir! Kelahiran Bayi Yong-jun, Momen Haru Satu Desa!

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sebuah kebahagiaan tak terhingga menyelimuti Desa Eunha, sebuah permata terpencil yang terletak jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Desa ini, selama hampir dua dekade, telah menantikan sebuah suara yang paling dinanti: tangisan bayi. Penantian panjang selama 17 tahun akhirnya mencapai puncaknya dengan kelahiran seorang bayi laki-laki mungil yang diberi nama Yong-jun. Momen ini bukan sekadar kelahiran […]

expand_less