Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » GEGER! Mayoritas Warga Amerika Minta Trump DIHUKUM? Ini Kisah Pemakzulan Paling Kontroversial!

GEGER! Mayoritas Warga Amerika Minta Trump DIHUKUM? Ini Kisah Pemakzulan Paling Kontroversial!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Suara riuh publik Amerika Serikat terkait pemakzulan mantan Presiden memang menjadi salah satu episode paling dramatis dalam sejarah politik modern Paman Sam.

Faktanya, selama masa kepresidenannya, sentimen untuk memakzulkan terus bergelora, bahkan mencapai puncaknya hingga dua kali proses pemakzulan resmi dilayangkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Apa Itu Pemakzulan (Impeachment) di Amerika Serikat?

Pemakzulan adalah proses konstitusional di mana badan legislatif mengajukan tuduhan terhadap pejabat sipil karena ‘ dan pelanggaran berat’ (high crimes and misdemeanors).

Ini bukanlah pemecatan langsung, melainkan semacam dakwaan politik yang berpotensi berujung pada pencopotan jabatan jika disetujui oleh dua pertiga Senat setelah persidangan.

Proses Pemakzulan: DPR vs. Senat

Proses ini dimulai di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang memiliki kekuasaan tunggal untuk memakzulkan. Jika mayoritas DPR menyetujui pasal-pasal pemakzulan, kasus tersebut kemudian beralih ke Senat.

Di Senat, anggota dewan akan bertindak sebagai juri, sementara anggota DPR yang disebut “manajer” akan berfungsi sebagai jaksa. Presiden AS yang dimakzulkan akan diadili dan memerlukan dua pertiga suara Senat untuk dicopot dari jabatan.

Dua Kali Sejarah: Donald Trump dan Pemakzulan

mencetak sejarah sebagai satu-satunya presiden Amerika Serikat yang dimakzulkan sebanyak dua kali oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Kedua upaya ini mencerminkan polarisasi politik yang mendalam dan perdebatan sengit tentang batasan kekuasaan .

Impeachment Pertama: Skandal Ukraina (2019)

Pemakzulan pertama dipicu oleh tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres. Ini berpusat pada panggilan teleponnya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Trump dituduh menekan Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden, lawan politiknya, sebagai imbalan atas bantuan militer yang telah disetujui Kongres.

Dewan Perwakilan Rakyat, yang saat itu mayoritasnya dikuasai Demokrat, menyetujui dua pasal pemakzulan pada Desember 2019.

Namun, Senat yang didominasi Republik kemudian membebaskan Trump dari semua tuduhan pada Februari 2020. Jajak pendapat saat itu menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Amerika, khususnya dari kalangan Demokrat dan independen, percaya bahwa Trump telah menyalahgunakan kekuasaannya.

Impeachment Kedua: Serangan Capitol (2021)

Pemakzulan kedua terjadi hanya beberapa hari sebelum masa jabatannya berakhir, menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

Trump dituduh “menghasut pemberontakan” dengan pidatonya yang mendorong para pendukungnya untuk berbaris ke Capitol dalam upaya menghentikan sertifikasi kemenangan Joe Biden.

Dewan Perwakilan Rakyat sekali lagi menyetujui pasal pemakzulan, menjadikannya presiden pertama dalam sejarah AS yang dimakzulkan dua kali.

Sekali lagi, Senat membebaskan Trump dari tuduhan ini pada Februari 2021, meskipun tujuh senator Republik memilih untuk menghukumnya, jumlah tertinggi senator dari partai presiden yang memilih untuk menghukum presiden mereka sendiri.

Dibalik Angka: Opini Publik yang Terbelah

Pernyataan bahwa “sebagian besar rakyat Amerika Serikat setuju bila Presiden mereka, dimakzulkan” memang didukung oleh beberapa jajak pendapat, terutama pada momen-momen tertentu.

Namun, penting untuk melihat konteks polarisasi politik yang ekstrem di AS. Dukungan untuk pemakzulan sangat bervariasi berdasarkan afiliasi partai.

Sebagai contoh, jajak pendapat selama pemakzulan pertama menunjukkan bahwa sekitar 50% hingga 55% publik mendukung pencopotan Trump. Angka ini seringkali didorong oleh dukungan mayoritas Demokrat dan independen, sementara mayoritas Republik menentang keras.

Setelah serangan Capitol, dukungan untuk pemakzulan dan pencopotan Trump sempat melonjak, bahkan di kalangan beberapa pemilih Republik.

Namun, seiring waktu, dukungan tersebut cenderung kembali ke pola partisan yang lebih familier, di mana basis pendukung Trump tetap solid.

Mengapa Opini Publik Sangat Penting?

Opini publik memiliki peran krusial dalam politik Amerika. Meskipun proses pemakzulan bersifat konstitusional, tekanan dari publik dapat memengaruhi keputusan politisi, terutama di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat.

Partai-partai politik sering kali mempertimbangkan sentimen pemilih mereka ketika mengambil suara pada isu-isu sensitif seperti pemakzulan, karena ini dapat berdampak pada hasil pemilihan umum berikutnya.

Dampak dan Warisan Sejarah: Mengubah Lanskap Politik AS

Dua pemakzulan Donald Trump telah meninggalkan jejak mendalam dalam lanskap politik Amerika Serikat. Ini menciptakan preseden tentang batas-batas kekuasaan presiden dan akuntabilitas.

Kasus-kasus ini juga memperburuk polarisasi politik yang sudah ada, memperdalam jurang pemisah antara dua partai besar dan basis pemilih mereka.

“Peristiwa pemakzulan Trump bukan hanya tentang seorang presiden, tetapi tentang fondasi kita dan sejauh mana kita bersedia melindunginya,” kata seorang analis politik terkemuka.

Meskipun Trump tidak pernah dicopot dari jabatannya, proses pemakzulan itu sendiri berfungsi sebagai teguran serius dari cabang legislatif.

Ini mengirimkan pesan bahwa tidak ada presiden yang berada di atas , meskipun implementasinya seringkali dipengaruhi oleh dinamika politik partisan.

Opini dan Analisis Tambahan: Pemakzulan Sebagai Alat Politik?

Banyak pengamat berpendapat bahwa pemakzulan telah beralih dari alat konstitusional yang jarang digunakan untuk serius menjadi senjata politik yang lebih sering digunakan oleh partai oposisi.

Penggunaan pemakzulan terhadap Trump, dua kali dalam empat tahun, memperkuat argumen ini dan memicu kekhawatiran tentang “normalisasi” proses tersebut.

Meski demikian, para pendukung pemakzulan berargumen bahwa tindakan Trump, terutama setelah pemilihan 2020 dan insiden Capitol, memang melampaui batas dan memerlukan respons serius dari Kongres.

Debat ini kemungkinan akan terus berlanjut di masa depan, saat politik Amerika terus bergulat dengan warisan era Trump dan implikasi konstitusional dari peristiwa-peristiwa tersebut.

Pada akhirnya, keinginan sebagian besar rakyat untuk memakzulkan Donald Trump adalah cerminan dari ketidakpuasan mendalam terhadap kepemimpinannya di sebagian segmen masyarakat. Fenomena ini akan terus dipelajari sebagai babak krusial dalam sejarah Amerika Serikat.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Ironi Jakarta! Anak-anak Bermain di Tengah Gunung Sampah, Kesehatan Mereka Terancam!

    Ironi Jakarta! Anak-anak Bermain di Tengah Gunung Sampah, Kesehatan Mereka Terancam!

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pemandangan memilukan terhampar di sebuah sudut permukiman padat Semper Barat, Jakarta Utara. Di antara tumpukan limbah plastik dan potongan tekstil yang menggunung, anak-anak kecil justru menemukan ‘arena’ bermain mereka. Tawa riang polos mereka berbaur dengan aroma tak sedap dan ancaman bahaya yang tak terlihat. Kondisi ini bukan sekadar pemandangan, melainkan cerminan dari kegagalan sistem dan […]

  • TERBONGKAR! Hanya Dalglish di Atas Salah? Robertson Ungkap Legenda Sejati Anfield!

    TERBONGKAR! Hanya Dalglish di Atas Salah? Robertson Ungkap Legenda Sejati Anfield!

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Dunia sepak bola, khususnya para penggemar Liverpool, selalu punya perdebatan seru tentang siapa pemain terhebat sepanjang masa. Baru-baru ini, bek kiri andalan The Reds, Andy Robertson, menyulut diskusi tersebut dengan pernyataan berani yang menarik perhatian banyak pihak. Dalam pandangannya, reputasi mega bintang Mohamed Salah hanya kalah hebat dari satu nama legendaris: Kenny Dalglish. Tak hanya […]

  • Gebyar Perencanaan 2027: Bupati-Wabup Bone Bolango Satukan Visi! Apa Hasilnya?

    Gebyar Perencanaan 2027: Bupati-Wabup Bone Bolango Satukan Visi! Apa Hasilnya?

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Proses perencanaan pembangunan daerah adalah fondasi utama bagi kemajuan sebuah wilayah. Di Bone Bolango, gerbang menuju masa depan yang lebih terencana telah dibuka melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tahun 2027. Momen krusial ini menjadi sorotan utama, menandai dimulainya kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan arah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Acara penting ini secara resmi […]

  • Terkuak! Komnas HAM Serius Usut 4 Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

    Terkuak! Komnas HAM Serius Usut 4 Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengambil langkah tegas dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Lembaga ini telah mengagendakan permintaan keterangan dari empat anggota TNI yang diduga kuat sebagai tersangka. Langkah Komnas HAM ini menunjukkan keseriusan dalam memastikan keadilan ditegakkan, terutama ketika dugaan pelanggaran HAM melibatkan aparat negara. Kasus ini […]

  • Misteri 400 Juta Tahun: Makhluk Purba Setinggi Gedung yang Bikin Ilmuwan Geleng-geleng!

    Misteri 400 Juta Tahun: Makhluk Purba Setinggi Gedung yang Bikin Ilmuwan Geleng-geleng!

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jauh sebelum raungan dinosaurus menggema di Bumi, bahkan sebelum pepohonan megah menghiasi lanskap, ada sebuah organisme misterius yang menjulang tinggi seperti monolit raksasa. Sekitar 400 juta tahun lalu, makhluk purba aneh ini mendominasi daratan, membuat para ilmuwan bingung selama berabad-abad. Bayangkan sebuah dunia tanpa hutan rindang atau bunga-bunga berwarna-warni. Di era prasejarah yang asing ini, […]

  • BOCOR! Bos Xbox Sendiri AKUI Game Pass KEMAHALAN? Ini Fakta & Strategi Barunya!

    BOCOR! Bos Xbox Sendiri AKUI Game Pass KEMAHALAN? Ini Fakta & Strategi Barunya!

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Citra Lestari
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pernyataan mengejutkan datang langsung dari pucuk pimpinan Xbox. Asha Sharma, CEO Xbox yang baru diangkat, secara blak-blakan mengakui harga langganan Game Pass sudah terlalu mahal dalam sebuah memo internal yang ditujukan kepada para karyawannya. Pengakuan ini sontak memicu perbincangan hangat di kalangan gamer dan analis industri. Apakah ini sinyal dari perubahan strategi besar, ataukah sekadar […]

expand_less