Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » GEGER! Mayoritas Warga Amerika Minta Trump DIHUKUM? Ini Kisah Pemakzulan Paling Kontroversial!

GEGER! Mayoritas Warga Amerika Minta Trump DIHUKUM? Ini Kisah Pemakzulan Paling Kontroversial!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Suara riuh publik Amerika Serikat terkait pemakzulan mantan Presiden memang menjadi salah satu episode paling dramatis dalam sejarah modern Paman Sam.

Faktanya, selama masa kepresidenannya, sentimen untuk memakzulkan Trump terus bergelora, bahkan mencapai puncaknya hingga dua kali proses pemakzulan resmi dilayangkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Apa Itu Pemakzulan (Impeachment) di Amerika Serikat?

Pemakzulan adalah proses konstitusional di mana badan mengajukan tuduhan terhadap pejabat sipil karena ‘ dan pelanggaran berat’ (high crimes and misdemeanors).

Ini bukanlah pemecatan langsung, melainkan semacam dakwaan yang berpotensi berujung pada pencopotan jabatan jika disetujui oleh dua pertiga Senat setelah persidangan.

Proses Pemakzulan: DPR vs. Senat

Proses ini dimulai di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang memiliki kekuasaan tunggal untuk memakzulkan. Jika mayoritas DPR menyetujui pasal-pasal pemakzulan, kasus tersebut kemudian beralih ke Senat.

Di Senat, anggota dewan akan bertindak sebagai juri, sementara anggota DPR yang disebut “manajer” akan berfungsi sebagai jaksa. Presiden AS yang dimakzulkan akan diadili dan memerlukan dua pertiga suara Senat untuk dicopot dari jabatan.

Dua Kali Sejarah: Donald Trump dan Pemakzulan

mencetak sejarah sebagai satu-satunya presiden Amerika Serikat yang dimakzulkan sebanyak dua kali oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Kedua upaya ini mencerminkan polarisasi yang mendalam dan perdebatan sengit tentang batasan kekuasaan eksekutif.

Impeachment Pertama: Skandal Ukraina (2019)

Pemakzulan pertama Trump dipicu oleh tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres. Ini berpusat pada panggilan teleponnya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Trump dituduh menekan Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden, lawan politiknya, sebagai imbalan atas bantuan militer yang telah disetujui Kongres.

Dewan Perwakilan Rakyat, yang saat itu mayoritasnya dikuasai Demokrat, menyetujui dua pasal pemakzulan pada Desember 2019.

Namun, Senat yang didominasi Republik kemudian membebaskan Trump dari semua tuduhan pada Februari 2020. Jajak pendapat saat itu menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Amerika, khususnya dari kalangan Demokrat dan independen, percaya bahwa Trump telah menyalahgunakan kekuasaannya.

Impeachment Kedua: Serangan Capitol (2021)

Pemakzulan kedua terjadi hanya beberapa hari sebelum masa jabatannya berakhir, menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

Trump dituduh “menghasut pemberontakan” dengan pidatonya yang mendorong para pendukungnya untuk berbaris ke Capitol dalam upaya menghentikan sertifikasi kemenangan Joe Biden.

Dewan Perwakilan Rakyat sekali lagi menyetujui pasal pemakzulan, menjadikannya presiden pertama dalam sejarah AS yang dimakzulkan dua kali.

Sekali lagi, Senat membebaskan Trump dari tuduhan ini pada Februari 2021, meskipun tujuh senator Republik memilih untuk menghukumnya, jumlah tertinggi senator dari partai presiden yang memilih untuk menghukum presiden mereka sendiri.

Dibalik Angka: Opini Publik yang Terbelah

Pernyataan bahwa “sebagian besar rakyat Amerika Serikat setuju bila Presiden mereka, dimakzulkan” memang didukung oleh beberapa jajak pendapat, terutama pada momen-momen tertentu.

Namun, penting untuk melihat konteks polarisasi politik yang ekstrem di AS. Dukungan untuk pemakzulan sangat bervariasi berdasarkan afiliasi partai.

Sebagai contoh, jajak pendapat selama pemakzulan pertama menunjukkan bahwa sekitar 50% hingga 55% publik mendukung pencopotan Trump. Angka ini seringkali didorong oleh dukungan mayoritas Demokrat dan independen, sementara mayoritas Republik menentang keras.

Setelah serangan Capitol, dukungan untuk pemakzulan dan pencopotan Trump sempat melonjak, bahkan di kalangan beberapa pemilih Republik.

Namun, seiring waktu, dukungan tersebut cenderung kembali ke pola partisan yang lebih familier, di mana basis pendukung Trump tetap solid.

Mengapa Opini Publik Sangat Penting?

Opini publik memiliki peran krusial dalam politik Amerika. Meskipun proses pemakzulan bersifat konstitusional, tekanan dari publik dapat memengaruhi keputusan politisi, terutama di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat.

Partai-partai politik sering kali mempertimbangkan sentimen pemilih mereka ketika mengambil suara pada isu-isu sensitif seperti pemakzulan, karena ini dapat berdampak pada hasil pemilihan umum berikutnya.

Dampak dan Warisan Sejarah: Mengubah Lanskap Politik AS

Dua pemakzulan Donald Trump telah meninggalkan jejak mendalam dalam lanskap politik Amerika Serikat. Ini menciptakan preseden tentang batas-batas kekuasaan presiden dan .

Kasus-kasus ini juga memperburuk polarisasi politik yang sudah ada, memperdalam jurang pemisah antara dua partai besar dan basis pemilih mereka.

“Peristiwa pemakzulan Trump bukan hanya tentang seorang presiden, tetapi tentang fondasi demokrasi kita dan sejauh mana kita bersedia melindunginya,” kata seorang analis politik terkemuka.

Meskipun Trump tidak pernah dicopot dari jabatannya, proses pemakzulan itu sendiri berfungsi sebagai teguran serius dari cabang .

Ini mengirimkan pesan bahwa tidak ada presiden yang berada di atas hukum, meskipun implementasinya seringkali dipengaruhi oleh dinamika politik partisan.

Opini dan Analisis Tambahan: Pemakzulan Sebagai Alat Politik?

Banyak pengamat berpendapat bahwa pemakzulan telah beralih dari alat konstitusional yang jarang digunakan untuk serius menjadi senjata politik yang lebih sering digunakan oleh partai oposisi.

Penggunaan pemakzulan terhadap Trump, dua kali dalam empat tahun, memperkuat argumen ini dan memicu kekhawatiran tentang “normalisasi” proses tersebut.

Meski demikian, para pendukung pemakzulan berargumen bahwa tindakan Trump, terutama setelah pemilihan 2020 dan insiden Capitol, memang melampaui batas dan memerlukan respons serius dari Kongres.

Debat ini kemungkinan akan terus berlanjut di masa depan, saat politik Amerika terus bergulat dengan warisan era Trump dan implikasi konstitusional dari peristiwa-peristiwa tersebut.

Pada akhirnya, keinginan sebagian besar rakyat untuk memakzulkan Donald Trump adalah cerminan dari ketidakpuasan mendalam terhadap kepemimpinannya di sebagian segmen masyarakat. Fenomena ini akan terus dipelajari sebagai babak krusial dalam sejarah demokrasi Amerika Serikat.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Gawat! Perang Timur Tengah Bikin RI Keringat Dingin: Dampak & Jurus Penyelamat!

    Gawat! Perang Timur Tengah Bikin RI Keringat Dingin: Dampak & Jurus Penyelamat!

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Gejolak geopolitik di Timur Tengah kembali memanas, menciptakan gelombang kejut yang merambat jauh melampaui batas geografisnya. Konflik yang tak kunjung usai di kawasan ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia. Indonesia, sebagai bagian integral dari ekonomi dunia, tak bisa mengelak dari dampak yang ditimbulkan. Mulai dari harga […]

  • Terungkap! Ahn Hyo Seop Tinggalkan Setelan Mewah Jadi Petani Jamur? Intip Transformasi Gemparnya!

    Terungkap! Ahn Hyo Seop Tinggalkan Setelan Mewah Jadi Petani Jamur? Intip Transformasi Gemparnya!

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Aktor tampan Ahn Hyo Seop kembali menggemparkan dunia hiburan Korea Selatan dengan pengumuman peran terbarunya. Setelah sukses memukau penonton sebagai CEO dan dokter jenius, kini ia siap bertransformasi menjadi seorang petani jamur. Peran tak terduga ini akan ia lakoni dalam drama komedi romantis berjudul Sold Out on You. Sebuah perubahan drastis yang tentu saja membuat […]

  • TERBONGKAR! Sampah Organik Jakarta Disulap Jadi Harta Karun: Arang Ramah Lingkungan Bernilai Tinggi!

    TERBONGKAR! Sampah Organik Jakarta Disulap Jadi Harta Karun: Arang Ramah Lingkungan Bernilai Tinggi!

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Volume sampah di kota-kota besar, terutama Jakarta, terus menjadi masalah serius yang mengancam lingkungan. Tumpukan limbah, khususnya organik, seringkali berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa pengelolaan yang memadai. Namun, di tengah tantangan ini, sebuah inovasi cerdas muncul dari pengurus bank sampah di Jakarta. Mereka berhasil mengolah limbah organik menjadi arang, menawarkan solusi ganda yang […]

  • TERKUAK! Detik-detik Kejati DKI Geledah Kementerian PU: Menteri Ungkap Izin!

    TERKUAK! Detik-detik Kejati DKI Geledah Kementerian PU: Menteri Ungkap Izin!

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kabar mengejutkan mengguncang sektor pembangunan nasional ketika Kementerian Pekerjaan Umum digeledah oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Fokus penggeledahan tertuju pada Direktorat Jenderal Cipta Karya, sebuah unit vital yang mengelola berbagai proyek infrastruktur strategis. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dengan lugas buka suara mengenai insiden tersebut. Ia membeberkan secara detail momen-momen krusial saat tim Kejati […]

  • GEMPAR! Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa M 4.4: Alarm Dini atau Bencana Menanti?

    GEMPAR! Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa M 4.4: Alarm Dini atau Bencana Menanti?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Pada tanggal 22 Maret 2026, sebuah peristiwa seismik kembali menarik perhatian di wilayah timur Indonesia. Maluku Tenggara Barat (MTB) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa “Gempa magnitudo 4,4 mengguncang Maluku Tenggara Barat pada 22 Maret 2026. Kedalaman gempa 61 Km.” Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan geografis […]

  • Krisis Sayap Kanan Arsenal Makin Parah! Akankah Wonderkid Dowman Jadi Tumbal Lawan Man City?

    Krisis Sayap Kanan Arsenal Makin Parah! Akankah Wonderkid Dowman Jadi Tumbal Lawan Man City?

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Arsenal kini dihadapkan pada situasi pelik jelang laga krusial kontra Manchester City. Badai cedera atau kelelahan nampaknya menghantam sektor sayap kanan, meninggalkan Mikel Arteta dengan opsi terbatas. Pertanyaan besar kini mengemuka: apakah sang manajer akan berani menurunkan wonderkid belia, Max Dowman, sebagai starter dalam salah satu laga terberat musim ini? Mengurai Krisis Sayap Kanan Arsenal […]

expand_less