Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Geger DPR! Pemuda Pancasila Lebih Top dari BPIP? Ini Dia Fakta Mengejutkan di Balik Sorotan Tajam!

Geger DPR! Pemuda Pancasila Lebih Top dari BPIP? Ini Dia Fakta Mengejutkan di Balik Sorotan Tajam!

  • account_circle Redaksi TilongKabila
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebuah pernyataan mengejutkan dari Gedung RI baru-baru ini menyita perhatian publik. Anggota Komisi X , Edison Sitorus, secara blak-blakan menyoroti eksistensi Badan Pembinaan (), sebuah lembaga negara yang mengemban tugas krusial.

Dalam pernyataannya yang lugas, Edison Sitorus membandingkan tingkat popularitas BPIP dengan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang cukup dikenal, yaitu Pemuda Pancasila. Ia bahkan menyebut, “Pemuda Pancasila lebih dikenal daripada BPIP.”

Pernyataan ini sontak memicu beragam respons. Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah, menanggapi sorotan tersebut dengan menyebutnya sebagai sebuah ‘satire’. Ini menyiratkan adanya kritik tajam yang terselubung di balik pertanyaan lugas itu.

Kontroversi yang Menggelitik: Ketika BPIP Kalah Populer dari Ormas

Kritik dari Edison Sitorus ini bukan sekadar lontaran biasa. Ini adalah sebuah refleksi mendalam tentang sejauh mana lembaga negara yang dibentuk untuk mengawal telah berhasil mencapai misinya di tengah masyarakat.

Bagaimana mungkin sebuah ormas yang kerap diasosiasikan dengan citra tertentu bisa memiliki tingkat pengenalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan badan resmi negara yang memiliki anggaran dan mandat besar?

Pesan Tersirat di Balik Perbandingan

Perbandingan ini membawa kita pada pertanyaan fundamental: Apakah BPIP telah menjalankan fungsinya dengan optimal? Atau adakah celah dalam strategi komunikasi dan pendekatan mereka kepada publik?

Ini juga bisa diartikan sebagai sentilan halus agar BPIP berbenah, meningkatkan efektivitas programnya, serta lebih masif dalam menyentuh lapisan masyarakat.

Siapa Sebenarnya BPIP? Mandat dan Realita di Lapangan

Untuk memahami inti permasalahan, kita perlu mengenal lebih jauh tentang BPIP. Badan ini dibentuk dengan tujuan mulia, yakni memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lembaga ini merupakan metamorfosis dari Unit Kerja Presiden Pembinaan (UKP-PIP) yang didirikan pada tahun 2017. Kemudian, pada tahun 2018, statusnya ditingkatkan menjadi BPIP melalui Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018.

Mengenal BPIP Lebih Dekat

Mandat utama BPIP adalah pembinaan ideologi Pancasila, yang meliputi perumusan arah kebijakan, koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan yang dialokasikan, BPIP diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga Pancasila tetap relevan dan mengakar kuat di hati setiap warga negara, khususnya generasi muda.

Tantangan dan Performa Publik BPIP

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pengenalan BPIP di kalangan masyarakat masih tergolong rendah. Banyak yang mungkin belum memahami apa itu BPIP, apa tugasnya, dan apa saja program yang telah dijalankannya.

Salah satu tantangan terbesar mungkin terletak pada cara BPIP mengkomunikasikan isu ideologi yang seringkali dianggap abstrak atau berat. Dibutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan relevan agar Pancasila tidak hanya menjadi slogan, tetapi nilai yang hidup dan diamalkan.

Menguak Sosok Pemuda Pancasila: Antara Citra dan Kontroversi

Di sisi lain spektrum, ada Pemuda Pancasila, sebuah organisasi kemasyarakatan yang memiliki sejarah panjang dan jejak yang kuat dalam peta sosial politik .

Didirikan pada tahun 1959, Pemuda Pancasila dikenal luas dengan seragam loreng oranye dan hitamnya yang khas. Mereka memiliki struktur organisasi yang masif, tersebar hingga ke berbagai pelosok daerah.

Sejarah Singkat dan Pengaruh Pemuda Pancasila

Awalnya, Pemuda Pancasila terbentuk sebagai sayap paramiliter dari Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan (IPKI), dan terlibat aktif dalam konfrontasi politik, terutama dalam gerakan anti-komunis di era 1960-an.

Kini, mereka sering terlihat dalam berbagai kegiatan sosial, pengamanan, hingga partisipasi dalam isu-isu politik lokal maupun nasional, membuat keberadaan mereka sulit diabaikan dan mudah dikenali.

Mengapa Mereka Begitu Dikenal?

Popularitas Pemuda Pancasila tidak lepas dari beberapa faktor. Pertama, keberadaan visual yang kuat melalui seragam dan atributnya yang mudah dikenali dan sering terpampang di ruang publik.

Kedua, kehadiran mereka di tingkat akar rumput melalui cabang-cabang di daerah, serta keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat, entah itu pengamanan acara, bakti sosial, atau bahkan demonstrasi.

Ketiga, seringkali citra mereka juga terbangun dari atau insiden yang melibatkan anggotanya, yang kemudian menjadi sorotan media dan perbincangan publik, secara tidak langsung meningkatkan pengenalan.

Mengapa Perbandingan Ini Penting? Refleksi untuk Bangsa

Perbandingan antara BPIP dan Pemuda Pancasila oleh anggota ini adalah sebuah wake-up call yang penting bagi negara dan masyarakat. Ini menyoroti efektivitas lembaga negara dalam menjalankan fungsinya.

Jika lembaga resmi seperti BPIP tidak mampu menancapkan eksistensinya sekuat ormas, ini menunjukkan adanya pekerjaan rumah besar dalam strategi pembinaan ideologi Pancasila yang lebih mengena.

Pesan Tersirat dari Kritik DPR

Pernyataan Edison Sitorus harus dilihat sebagai kritik konstruktif. Ini adalah desakan agar BPIP tidak hanya berfokus pada tataran kebijakan, tetapi juga pada implementasi dan dampaknya yang terasa langsung oleh masyarakat.

Ahmad Basarah benar, ini adalah satire. Satire yang mengingatkan bahwa ideologi tidak bisa hanya dibina secara formalistik, tetapi juga harus membumi, disosialisasikan dengan cara yang relevan, dan dicontohkan melalui tindakan nyata.

Ideologi Pancasila di Tengah Arus Modernisasi

Di era digital dan globalisasi ini, tantangan dalam membumikan Pancasila semakin kompleks. Generasi muda membutuhkan pendekatan yang berbeda, yang tidak kaku dan mampu menjawab tantangan zaman.

Penting bagi BPIP untuk belajar dari ormas, bagaimana mereka membangun koneksi, entah dengan citra positif atau negatif, tetapi yang jelas mereka punya cara untuk dikenal dan diingat. BPIP perlu menemukan ‘formula’nya sendiri yang lebih positif, inklusif, dan inspiratif.

Pada akhirnya, perdebatan ini seharusnya menjadi pemicu bagi BPIP untuk melakukan introspeksi dan inovasi. Tujuannya adalah agar Pancasila tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi jiwa bangsa yang dikenal, dipahami, dan diamalkan oleh setiap individu, jauh melampaui popularitas organisasi manapun, dan menjadi fondasi kokoh di masa depan.

Penulis

Tilongkabila.id: Bicara Fakta, Bukan Retorika. Media independen yang berani mengupas tuntas isu publik secara kritis, tajam, dan transparan tanpa kompromi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • TERUNGKAP! Tuntutan Buruh May Day 2026 di Hadapan Prabowo: Dari Daycare hingga Outsourcing!

    TERUNGKAP! Tuntutan Buruh May Day 2026 di Hadapan Prabowo: Dari Daycare hingga Outsourcing!

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day selalu menjadi momen krusial bagi pekerja di seluruh dunia untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut hak-hak mereka. Di Indonesia, momen ini tak hanya menjadi ajang unjuk rasa, namun juga dialog penting antara perwakilan buruh dengan pemerintah. Khususnya pada May Day 2026, sebuah peristiwa penting diperkirakan akan terjadi: para pimpinan […]

  • Maarten Paes Buka-Bukaan: ‘Tak Ada Persaingan di Timnas Indonesia’? Ini Maksud Sebenarnya!

    Maarten Paes Buka-Bukaan: ‘Tak Ada Persaingan di Timnas Indonesia’? Ini Maksud Sebenarnya!

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Kedatangan Maarten Paes sebagai calon penjaga gawang Timnas Indonesia telah memicu gelombang antusiasme luar biasa. Dengan rekam jejak mentereng di kompetisi Eropa dan MLS, kehadiran kiper berdarah Belanda ini tentu membawa harapan baru bagi benteng pertahanan Garuda. Namun, sebuah pernyataan dari Paes baru-baru ini sempat menarik perhatian dan memicu diskusi hangat. Ia menegaskan bahwa dirinya […]

  • Shock! Ancelotti Buang Jogo Bonito dari Brasil? Ternyata Demi Ini di Piala Dunia 2026!

    Shock! Ancelotti Buang Jogo Bonito dari Brasil? Ternyata Demi Ini di Piala Dunia 2026!

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Kabar penunjukan Carlo Ancelotti sebagai pelatih Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026 telah mengguncang dunia sepak bola. Namun, ada satu pernyataan kontroversial dari Ancelotti yang sontak menjadi perbincangan hangat. Pelatih kawakan asal Italia ini secara terang-terangan menyatakan bahwa ia tidak menginginkan Tim Samba bermain ‘Jogo Bonito’, gaya sepak bola indah yang selama ini menjadi identitas […]

  • Sensasi Andrew Garfield Kembali! The Amazing Spider-Man Tayang Lagi, Wajib Nonton!

    Sensasi Andrew Garfield Kembali! The Amazing Spider-Man Tayang Lagi, Wajib Nonton!

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Redaksi TilongKabila
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Get ready to swing into action! Film “The Amazing Spider-Man” siap kembali memukau layar kaca Anda di Bioskop Trans TV. Aksi heroik Peter Parker yang diperankan oleh Andrew Garfield akan tayang pada 21 Maret 2026, pukul 20.30 WIB. Ini adalah kesempatan emas untuk kembali menyaksikan atau menikmati untuk pertama kalinya petualangan awal sang manusia laba-laba […]

  • Anti-Mainstream! Rayakan Halal Bihalal Lebih Seru & Berkesan di Padel Court!

    Anti-Mainstream! Rayakan Halal Bihalal Lebih Seru & Berkesan di Padel Court!

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Lebaran telah usai, namun semangat silaturahmi melalui tradisi Halal Bihalal tak pernah pudar. Biasanya, acara ini identik dengan kumpul keluarga di rumah atau restoran, penuh obrolan hangat dan hidangan lezat. Namun, bagaimana jika tahun ini Anda mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda, sebuah pengalaman yang tak hanya merekatkan tali silaturahmi tetapi juga menciptakan kenangan tak terlupakan? […]

  • Blak-blakan Flick: Barcelona Fantastis, Tapi ‘Hasilnya Nol’ di Liga Champions!

    Blak-blakan Flick: Barcelona Fantastis, Tapi ‘Hasilnya Nol’ di Liga Champions!

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Bagas Kara
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Dunia sepak bola seringkali memperlihatkan paradoks yang menyakitkan: sebuah tim bisa tampil luar biasa, mendominasi permainan, dan memukau penonton, namun pada akhirnya harus menelan pil pahit kekalahan. Inilah yang pernah disoroti oleh Hansi Flick, sosok yang kini menukangi Barcelona, terkait kegagalan Blaugrana di ajang Liga Champions musim 2015/2016. Saat itu, Flick yang masih menjabat sebagai […]

expand_less